Pengajian Akhlaq al-Muslim Gus Mus Terus Berlanjut, Live di Youtube

0
94

BincangSyariah.Com – K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus, jika ada teman-teman yang mungkin pernah menyaksikan, selama bulan Ramadhan yang lalu melaksanakan apa yang disebut dengan pasaran, yaitu pengajian yang bertujuan mengkhatamkan kitab di salah satu bulan jawa, dalam hal ini adalah bulan Ramadhan. Sebuah tradisi yang sudah lama berjalan khususnya di berbagai Pesantren di Indonesia.

Namun ada yang beda dari pengajian pasaran lalu. Karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan sejumlah provinsi melakukan PSBB wilayahnya, banyak lembaga pendidikan termasuk pesantren menyiarkan secara langsung pengajian pasaran-nya lewat berbagai platform, diantaranya Youtube. Ini dikarenakan biasanya pengajian pasaran terbuka untuk umum, namun sejumlah orang tidak bisa mengunjungi pesantren karena wilayahnya sedang diterapkan PSBB yang membatasi orang datang dan pergi ke daerah tertentu.

Begitu juga pengajian pasaran di Pesantren yang diasuh Gus Mus, Pesantren Raudhatut Thalibin di Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Pengajian pasaran seluruhnya disiarkan secara live dan dapat ditonton kembali di akun Gus Mus Channel. Pengajian Gus Mus sendiri, selama ramadan kemarin, membaca tiga kitab: 1) Qashidatu Burdah (Syair tentang Sejarah Nabi) karya Imam al-Bushiri (setiap jam 5.00); 2) al-Arba’in an-Nawawiyah (40 Hadis suntingan Imam An-Nawawi) (setiap jam 16.00); dan 3) Akhlaq al-Muslim wa ‘Alaqatuhu bi al-Mujtama’ (Akhlak Muslim dalam Bermasyarakat) karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili (setiap jam 20.00).

Kini, setelah ramadan selesai, pengajian salah satu kitab yang dibaca kemarin, yaitu Akhlaq al-Muslim, tetap dilanjutkan dan disiarkan di kanal Youtube Gus Mus Channel setiap jam 20.00.

Selain pengajian Gus Mus, sebenarnya setelah Ramadan berakhir ada sejumlah pengajian yang juga masih diteruskan. Misalnya pengajian Minhaj al-‘Abidin (tentang tasawuf) yang diasuh oleh K.H. Yahya Cholil Staquf. Ada juga pengajian lain yang dilanjutkan atau baru dimulai setelah bulan Ramadan ini yang diasuh oleh para kyai di Pesantren Raudhatut Thalibin. Untuk pengajian yang diteruskan, misalnya pengajian kitab al-Adzkar an-Nawawiyah oleh K.H. Bisri Adib al-Hattani dan pengajian yang baru dimulai adalah pengajian Tafsir al-Jalaian yang diasuh oleh K.H. Syarofuddin IQ. Tetap semangat mengaji ya teman-teman !

Baca Juga :  Hindarilah Dosa yang Paling Berat Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here