PBNU Minta Pemerintah Hentikan Ekspor Benih Lobster

0
2063

BincangSyariah.Com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekan pemerintah menghentikan kebijakan ekspor benih bening lobster (BBL). Sejak Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020, ekspor BBL kembali dilegalkan setelah empat tahun sebelumnya dilarang, seperti diberitakan Tempo.

Dilansir dari Nu.or.id, pembukaan keran eskpor benih bening lobster ini bertentangan dengan syariat Islam. Pasalnya, kebijakan ekspor benih lobster itu jika dilakukan dalam waktu yang lama dan masif itu akan berdampak pada kepunahan, bukan hanya benihnya, tetapi juga lobsternya.

Argumentasi semacam ini, menurut keputusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, masuk dalam kategori fikih ma’alat, yaitu fikih yang melihat dan membandingkan dampak dari perbuatan hukum, baik perbuatan tersebut selaras dengan syariat atau bertentangan dengannya.

LBM PBNU mengilustrasikan kasus di atas dengan kasus Khalifah Umar bin al-Khattab yang saat itu berhasil menaklukkan tanah As-Sawad dan Al-Ahwaz. Sahabat Umar memiliki kebijakan tidak membagikan tanah tersebut kepada kaum muslilimn yang turut serta dalam penaklukan, tetapi justru membiarkannya tetap dikelola penduduk lokal. (Baca: Saat Melakukan Penaklukan, Umar bin Khattab Tidak Mengubah Gereja Menjadi Masjid)

Khalifah Umar kemudian menetapkan kewajiban pembayaran jizyah dan retribusi atas tanah tersebut oleh penduduk setempat sehingga pemasukan jizyah dan retribusi dapat digunakan untuk kepentingan kaum muslimin saat itu dan generasi setelahnya.

Keputusan ini tidak hanya dihadiri oleh para ahli agama, akan tetapi juga mengundang unsur pemerintah, serikat nelayan, para peneliti, dan akademisi. Di antara kiai yang ikut terlibat dalam diskusi ini adalah Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Katib Syuriyah PBNU KH Miftah Faqih, LBM PBNU KH Asnawi Ridwan, Bendahara Lbm PBNU KH Najib Bukhari, Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna, Wakil Ketua LBM PBNU KH Mahbub Maafi, Sekretaris Lbm PWNU Kiai Muntaha.

Baca Juga :  Sikap Umar bin al-Khattab Saat Menghadapi Wabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here