Parfum dengan Campuran Alkohol, Najiskah?

4
911

BincangSyariah.Com – Parfum biasanya digunakan untuk keperluan menutupi bau badan atau sekadar mewangikan saja. Berbagai terobosan brand parfum yang marak di toko-toko membuat parfum tidak bisa lepas dari gaya hidup masyarakat. Bahan-bahan untuk membuat parfum beraneka ragam banyak, termasuk alkohol. Fungsi alkohol pada parfum adalah untuk menyebarkan aroma yang dihasilkan pada parfum. Berbeda dengan parfum non-alkohol meski tahan lama tetapi aromanya tidak menyerbak.

Lalu, apakah Islam memperbolehkan penggunaan parfum dengan campuran alkohol?

Pertama yang perlu diperhatikan adalah masalah kenajisan dari alkohol. Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini. Pengertian alkohol yang dalam bahasa Arabnya disebut khamr  dalam kitab Lisanul Arab karya Ibn al-Mandzur,

و الخمر ما اسكر من عصير العنب

Segala sesuatu yang memabukkan yang terbuat dari perasan anggur.

Fairuz Aabadi (w 817 H) dalam kitabnya Qamus al-Muhith mengartikan khamr tidak jauh berbeda dengan Ibnu al-Mandzur ( w 711 H). Namun dia juga menambahkan bahwa khamr itu lebih umum, bukan hanya dari perasaan anggur saja dan ini pendapat yang paling benar menurutnya.

Mayoritas ulama fiqih dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabilah dan Zhahiriyah menyatakan bahwa khamr itu najis mughaladzah bahkan kenajisannya sudah mencapai ijma sebagaimana yang dikatakan oleh Badruddin al-A’ini (w 855 H) dalam kitabnya al-Binayah Syarhu al-Hidayah dan juga Burhanuddin Ibnu Muflih (w 884 H) dalam kitabnya al-Mubdi’ Syarhu al-Muqni’.

Imam Nawawi juga mengungkapkan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab bahwa alkohol itu najis.

Sedangkan Rabi’ah Ar-Ra’yi (w. 136 H) guru dari Imam Malik (w 179 H), Laits bin Sa’ad (w 175 H), Daud azh-Zhahiri (w 270 H), al-Muzani (w 264 H), ash-Shan’ani (w. 1182 H) dan asy-Syaukani (w 1250 H) menyatakan khamr itu suci dan tidak najis.

Baca Juga :  Kritik Ibn Khaldun terhadap Filsafat Yunani

Sedangkan Imam As-Syaukani yang tidak menghukumi bahwa alkohol itu najis. Beliau menyatakan dalam kitab As-sailul Jarar bahwa makna rijsun pada ayat 90 dari surat al-Maidah adalah haram bukan najis:

ليس في نجاسة المسكر دليل يصلح للتمسك به اما الآية و هو قوله: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) فليس المراد بالرجس نجس بل الحرام

tidak ada dalil yang kuat untuk menyokong pendapat yang menyatakan kenajisan sesuatu yang memabukkan. Adapun ayat “Sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”(Al-Maidah : 90). Kata rijsun disini bukan bermakna najis melainkan bermakna haram.

Lalu Abdurrahman Aljaziri (1882-1941 M) yang merupakan ulama kontemporer mengatakan bahwa penggunaan alkohol pada parfum diperbolehkan selama masih dalam kadarnya saja. Ia menyatakan demikian di kitabnya al-Fiqh ‘alaa Madzahib al-‘Arba’ah :

من المعفوّات المائعات النجسة التي تضاف الي الأدوية و الروائح العطرة لاصلاحها فانه يعفى عن القدر الذي به الاصلاح.

termasuk najis yang dimaafkan adalah cairan-cairan najis yang dicampurkan untuk komposisi obat dan parfum. Cairan tersebut bisa dimaakan dengan kadar memang diperlukan untuk komposisi yang seharusnya.

Kalau melihat pendapat beliau hal ini merujuk pada pendapat yang mengatakan bahwa alkohol termasuk najis, namun najisnya dima’fu kalau penggunaannya pada parfum dan obat-obatan sesuai kadarnya atau sedikit saja.

4 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kita dianjurkan untuk senantiasa memakai parfum dan minyak wangi, terutama ketika hendak beribadah dan menghadiri tempat perkumpulan, seperti hendak melaksanakan shalat Jumat, shalat ‘Id dan lainnya. Dan ketika memakai parfum dan minyak wangi, kita dianjurkan untuk membaca basmalah dan berdoa. (Baca: Parfum dengan Campuran Alkohol, Najiskah?) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kita dianjurkan untuk senantiasa memakai parfum dan minyak wangi, terutama ketika hendak beribadah dan menghadiri tempat perkumpulan, seperti hendak melaksanakan shalat Jumat, shalat ‘Id dan lainnya. Dan ketika memakai parfum dan minyak wangi, kita dianjurkan untuk membaca basmalah dan berdoa. (Baca: Parfum dengan Campuran Alkohol, Najiskah?) […]

  3. […] BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kita dianjurkan untuk senantiasa memakai parfum dan minyak wangi, terutama ketika hendak beribadah dan menghadiri tempat perkumpulan, seperti hendak melaksanakan shalat Jumat, shalat ‘Id dan lainnya. Dan ketika memakai parfum dan minyak wangi, kita dianjurkan untuk membaca basmalah dan berdoa. (Baca: Parfum dengan Campuran Alkohol, Najiskah?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here