Ulama yang Penting Buat di-“stalking” di Media Sosial

1
1017

BincangSyariah.Com – Indonesia punya banyak koleksi tokoh yang layak disebut ulama. Meski begitu, tidak semua ulama aktif di media sosial. Di bawah ini adalah daftar beberapa nama ulama yang aktif di media sosial dan penting buat di-stalking netizen. Ciri khas mereka adalah menyampaikan ajaran Islam dengan ramah dan bersahabat, tapi tetap kritis dengan berbagai persoalan sosial yang penting.

K.H. Mustofa Bisri/Gus Mus

YouTube: GusMus Channel
Facebook: Ahmad Mustofa Bisri
Instagram: Ahmad Mustofa Bisri
Twitter: A. Mustofa Bisri
Situs: Gubug Maya Gus Mus

Ulama sepuh yang kharismanya bahkan seperti memancar lewat interaksinya di berbagai media sosial. Gus Mus, panggilan akrabnya sejak lama, secara konsisten menunjukkan wajah keislaman yang ramah, lentur dan menenangkan.

Salah satu ciri khas interaksi Gus Mus adalah penyampaian berbagai pelajaran, nasihat dan pengetahuan melalui teknik bercerita, sehingga tidak terkesan menggurui. Seringkali ia menuliskan cerita sehari-hari yang membuat pembaca hanyut, sampai belakangan baru menyadari banyak pelajaran terkandung di dalamnya.

Seperti diisyaratkan nama akun Facebook dan Instagramnya, dalam berbagai posting Gus Mus kerap menunjukkan kedekatan dengan para cucunya yang kerap ia panggil sebagai “kekasih”.

Di media sosial Gus Mus juga dikenal lewat kebiasaannya memposting #TweetJumat di Twitter. Isinya sepotong kalimat sederhana tapi berisi renungan mendalam, yang dicuitkan setiap hari Jumat dan langsung disambar retweet ribuan orang.

Tulisan Gus Mus di Bincang Syariah bisa disimak di sini

K.H. Husein Muhammad

Facebook: Husein Muhammad
Instagram: Husein Muhammad
Twitter: Husein Muhammad

Kiai Husein, demikian biasa netizen menyapa, termasuk ulama yang langka. Ia ulama laki-laki yang ahli dalam berbagai problem perempuan, khususnya feminisme, dalam perspektif sosial-keagamaan. Makanya tak jarang ia menjadi narasumber di berbagai forum ilmiah tentang perempuan.

Baca Juga :  Nadirsyah Hosen : Tidak Semua Hadis Sahih Bisa Langsung Kita Terapkan

Ulama yang berdomisili di Cirebon ini juga punya kebiasaan seperti Gus Mus, menyampaikan berbagai pengetahuan dan nasihat lewat cerita. Sebagaimana postingan terbarunya tentang kisah alm. Gus Dur yang ternyata sering tak memiliki uang, lantaran selalu mendahulukan kepentingan orang lain.

Saat ini Kiai Husein aktif di Fahmina Institute, lembaga yang berkutat dalam masalah tradisi keilmuan Islam yang kritis dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Meski belum diketahui memiliki channel YouTube sendiri, tapi video Kiai Husein banyak bertebaran di YouTube. Sementara tulisan-tulisan Kiai Husein di Bincang Syariah bisa ditelusuri di sini.

Dr. K.H. M. Luqman Hakim

Facebook: K.H. Dr. Luqman Hakim
Twitter: Dr. K.H. M. Luqman Hakim

Kiai Luqman dikenal sebagai ulama yang banyak bergelut dalam tema-tema tasawuf. Itu bisa dengan mudah dilihat dalam berbagai postingannya di Facebook maupun Twitter. Ia sering menyampaikan pelajaran khas sufi, terkait pengendalian diri.

Saat ini selain aktif mengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, ia juga menjadi direktur Sufi Center Jakarta, sebuah lembaga yang berkonsentrasi pada persoalan-persoalan tasawuf.

Seperti Kiai Husein, Kiai Luqman juga belum diketahui memiliki channel YouTube sendiri. Tapi videonya banyak beredar di YouTube

Prof. Dr. Nadirsyah Hosen

Youtube: Nadirsyah Hosen 
Facebook: Nadirsyah Hosen
Twitter: Nadirsyah Hosen
Instagram: Nadirsyah Hosen
Situs: Gus Nadirsyah Hosen

Di balik twit-twitnya yang santai dan jenaka, ada dua gelar doktor yang disandang pakar hukum Islam yang kerap dipanggil netizen sebagai Prof. Nadir atau Gus Nadir ini. Dua gelar tersebut masing-masing didapatkan dari Universitas Wollongong dan National University of Singapore.

Meski kepakarannya tidak diragukan, tapi gaya komunikasinya selalu mudah dipahami oleh kebanyakan orang. Tidak heran kalau berbagai postingnya di media sosial banyak disenangi orang. Bahkan saat beberapa kali diejek orang yang tidak sependapat, ia selalu membalas dengan bernas tanpa kehilangan humor. Begitu juga ketika menulis kritikan, argumennya tajam, tapi luwes dan sering dibumbui humor.

Baca Juga :  Tantangan Ulama Perempuan Masa Kini

Salah satu trade mark Gus Nadir adalah cuitan tentang sisir yang biasanya dipakai untuk berkelakar meledek diri sendiri, atau bercanda dengan teman-teman dekatnya.

Ia juga sudah beberapa kali menulis buat Bincang Syariah, silakan disimak koleksi tulisan Gus Nadir

Demikian beberapa nama ulama yang penting buat di-stalking netizen biar feed medsosnya tambah asyik. Tentu saja ini baru sedikit nama. Barangkali ada yang mau menambahkan?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here