Maksud Hadis Mencuri dalam Shalat

1
1989

BincangSyariah.Com – Jika mendengar kata pencuri, maka secara langsung kita akan tertuju pada orang yang merampas atau mengambil hak milik orang lain. Namun, di dalam salah satu hadis Nabi saw., beliau pernah menyinggung para pencuri dalam shalat. Siapakah mereka? Apa maksud dari mencuri dalam shalat itu?

Adapun bunyi dari hadis tentang para pencuri shalat adalah sebagai berikut.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُوْدَهَا أَوْ قَالَ: لَا يُقِيْمُ صُلْبَهُ فِى الرُّكُوْعِ وَالسُّجُودِ. (رواه أحمد

Dari Abi Qatadah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Seburuk-buruknya manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang mencuri shalatnya?” Rasulullah saw. menjawab, “Yaitu seseorang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya, atau beliau bersabda, “Yaitu orang yang tidak lurus tulang belakangnya dalam rukuk dan sujud.” (H.R. Ahmad)

Berdasarkan hadis tersebut, maka maksud dari pencuri shalat adalah orang yang tidak melaksanakan shalat dengan sempurna, yakni ketika rukuk dan sujud tulang punggungnya tidak lurus. Hal ini sangat mungkin terjadi terhadap orang yang terburu-buru dalam shalatnya. Sehingga, ia melaksanakan shalat hanya sekedar jungkir balik, tanpa memperhatikan gerakan shalat dengan benar dan sempurna.

Bahkan di dalam riwayat imam Al-Baihaqi dalam kitab Syuabul Iman disebutkan termasuk orang yang mencuri shalatnya adalah yang tidak khusyuk atau thumakninah. Padahal, thumakninah adalah bagian dari rukun shalat yang dapat menyebabkan shalat itu batal atau tidak sah bila tidak dilakukan. Sehingga, ketika thumakninah itu tidak dilakukan maka ia sama saja mencuri salah satu rukun shalat. (Baca: Wajib Tuma’ninah Ketika Melakukan Empat Rukun Shalat Ini)

Baca Juga :  Mengubah Cara Kita Memandang Atribut Keagamaan

Hadis riwayat imam Ahmad di atas, juga dikuatkan oleh riwayat imam At-Tirmidzi sebagai berikut.

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تُجْزِئُ صَلاَةٌ لَا يُقِيْمُ فِيْهَا الرَّجُلُ يَعْنِي صُلْبَهُ فِى الرُّكُوْعِ وَالسُّجُودِ. رواه الترمذي.

Dari Abu Mas’ud Al-Anshari, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Shalat seseorang tidak akan sempurna bila dalam rukuk dan sujud tulang punggungnya tidak lurus.” (H.R. At-Tirmidzi)

Dengan demikian, maka hadis-hadis tersebut mengingatkan kita bahwa ketika kita tidak menyempurnakan shalat kita terutama dalam gerakan rukuk dan sujud, maka sama saja kita tidak menjaga amanah. Alias kita telah berkhianat untuk tidak melaksanakan gerakan shalat itu dengan benar. Oleh sebab itu, maka kita dianggap telah mencuri shalat.

Bahkan, sahabat Nabi saw. yang bernama Hudzaifah menganggap orang tersebut sama saja belum melaksanakan shalat.

عَنْ زَيْدِ بْنَ وَهْبٍ قَالَ رَأَى حُذَيْفَةُ رَجُلًا لَا يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ قَالَ مَا صَلَّيْتَ وَلَوْ مُتَّ مُتَّ عَلَى غَيْرِ الْفِطْرَةِ الَّتِي فَطَرَ اللَّهُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رواه البخاري.

Zaid bin Wahb berkata, “Hudzaifah melihat seseorang shalat namun tidak menyempurnakan rukun dan sujudnya. Maka dia berkata, “Kamu belum shalat. Seandainya kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan di luar fitrah (agama) yang Allah telah menciptakan Muhammad saw. berada di atasnya. (H.R. Al-Bukhari)

Shalat adalah ibadah yang agung. Ia menjadi perintah spesial Allah swt. yang harus diambil Nabi saw. langsung ke langit melalui peristiwa hebat; Isra’ Mi’raj. Ia merupakan rukun Islam yang kedua sekaligus menjadi tiangnya agama.

Bahkan, ia menjadi ibadah yang paling pertama dimintai pertanggung jawabannya di akhirat. Oleh sebab itu, maka sudah seharusnya kita tidak main-main dalam menjalankannya. Sehingga, kita tidak menjadi bagian dari para pencuri shalat sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. Wa Allahu A’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

  1. Kalau solat dirumah ada anak laki2 yg SDH baliq tapi bacaannya belom bisa,
    a Pakah imamnya boleh ibu atau adik perempuan,atas solat masing2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here