Panggilan Untuk Shalat Jenazah, Apakah Dianjurkan?

0
4

BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak melaksanakan shalat jenazah, biasanya ada seseorang di antara jemaah yang mengumandangkan panggilan untuk shalat jenazah. Panggilan itu berupa kalimat ‘al-sholaatu jaami’ah’.

Apakah panggilan untuk shalat jenazah tersebut dianjurkan?

Menurut ulama Syafiiyah, mengumandangkan panggilan ‘al-sholaatu jaami’ah’ sebelum melaksanakan shalat jenazah secara berjemaah hukumnya mustahab atau dianjurkan.

Karena itu, ketika kita hendak melaksanakan shalat jenazah secara berjemaah, maka salah satu di antara kita dianjurkan untuk mengumandangkan panggilan tersebut.

Begitu juga dianjurkan untuk mengumandangkan panggilan tersebut dalam setiap shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjemaah. Misalnya, shalat Id, shalat Khusuf dan Kusuf dan shalat Istisqa.

Ini sebagai disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

أَمَّا كَيْفِيَّةُ النِّدَاءِ لِهَذِهِ الصَّلَوَاتِ الَّتِي لاَ أَذَانَ لَهَا فَقَدْ ذَكَرَ الشَّافِعِيَّةُ أَنَّهُ بِالنِّسْبَةِ لِلْعِيدَيْنِ وَالْكُسُوفِ وَالاِسْتِسْقَاءِ وَالتَّرَاوِيحِ إِذَا صُلِّيَتْ جَمَاعَةً – وَفِي وَجْهٍ لِلشَّافِعِيَّةِ بِالنِّسْبَةِ لِصَلاَةِ الْجِنَازَةِ – فَإِنَّهُ يُنَادَى لَهَا: الصَّلاَةُ جَامِعَةٌ، وَهُوَ رَأْيُ الْحَنَابِلَةِ بِالنِّسْبَةِ لِلْعِيدِ وَالْكُسُوفِ وَالاِسْتِسْقَاءِ، وَهُوَ مَذْهَبُ الْحَنَفِيَّةِ وَالْمَالِكِيَّةِ بِالنِّسْبَةِ لِصَلاَةِ الْكُسُوفِ، وَعِنْدَ بَعْضِ الْمَالِكِيَّةِ بِالنِّسْبَةِ لِصَلاَةِ الْعِيدَيْنِ، وَاسْتَحْسَنَ عِيَاضٌ مَا اسْتَحْسَنَهُ الشَّافِعِيُّ، وَهُوَ أَنْ يُنَادَى لِكُل صَلاَةٍ لاَ يُؤَذَّنُ لَهَا: الصَّلاَةُ جَامِعَةٌ.وَمِمَّا اسْتَدَل بِهِ الْفُقَهَاءُ حَدِيثُ عَائِشَةَ قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَعَثَ مُنَادِيًا يُنَادِي الصَّلاَةُ جَامِعَةٌ

Adapun cara memanggil untuk shalat-shalat yang tidak ada adzannya, maka ulama Syafiiyah telah menyebutkan bahwa untuk shalat Idulfitri, Iduladha, Kusuf, Istisqa’ dan Tarawih, jika semuanya dilaksanakan secara berjemaah-dalam satu pendapat ulama Syafiiyah juga disebutkan untuk shalat jenazah-, seseorang hendak memanggilnya dengan ucapan ‘al-sholaatu jaami’ah.’

Pendapat ulama Hanabilah untuk Idulfitri, Iduladha, Kusuf dan Istisqa. Pendapat ulama Hanafiyah dan Malikiyah untuk shalat Kusuf, dan menurut sebagian ulama Malikiyah, juga untuk shalat Idulfitri dan Iduladha.

Imam Al-Qadhi Iyadh menganggap apa yang dianggap baik oleh Imam Syafii, yaitu bahwa setiap shalat yang tidak ada adzannya, maka dianjurkan mengumandangkan panggilan ‘al-sholaatu jaami’ah.

Di antara dalil yang dijadikan dasar oleh ulama fiqih adalah hadis yang bersumber dari Sayidah Aisyah, dia berkata: Pada zaman Nabi Saw pernah terjadi gerhana matahari, kemudian beliau mengutus seorang penyeru untuk mengucapkan ‘al-sholaatu jaami’ah’.

(Baca: Tiga Hikmah Penyelenggaraan Shalat Jenazah)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here