Ini Pahala yang Didapatkan Seorang Mukmin Tanpa Dilakukan

0
1065

BincangSyariah.Com – Pahala adalah  terjemahan dari kata  ajrun dalam bahasa Arab. Menurut Islam, ajrun adalah ganjaran untuk hamba Allah yang mengerjakan amala saleh dan perkara-perkara yang makruf. Pahala Adalah rahasia allah, kita tidak bisa mengetahui apa, bagaimana wujud dan seberapa besar pahala adri setiap kebaikan yang dilakukan. Kewajiban kita  hanyalah mengimani (meyakini) dan bertakwa. (Amalan Mudah yang Mendatangkan Pahala)

Namun tahukah jika ternyata ada pahala yang didapatkan seorang mukmin tanpa dilakukan? Bahkan kita sendiri pun tak menyadari keadaan pahala tersebut. Pahala dari manakah yang demikian? Kitab Tanbihul Mughtarrin karya Syekh Abdul Wahan Asy Sya’rani menyebutkan sebagai berikut:

إن العبد ليعطي كتابه يعني يوم القيامة فيرى فيه حسنات لم يعملها فيقول يا رب أني لي بهذا؟ فيقال له: هذا بما اغتابك الناس وأنت لا تشعر

Pada hari kiamat tak sedikit orang yang kaget begitu melihat catatan amalnya, sebab ada pahala kebaikan yang tak pernah dikerjakannya. Lantas mereka bertanya: ”Ya Rabb, dari mana pahala-pahala ini?” jawab-Nya: “itu pahala orang-orang yang mengumpatmu sedangkan dirimu tak menyadari”

Sebuah benang merah yang mengungkapkan bahwa pahala yang hadir dari kebaikan yang belum pernah dikerjakan adalah bersumber dari aliran pahala seseorang yang mengumpat (berkata keji) kepada kita.

Menurut Imam Ghazali dalam keterangannya dalam kitab Kimiya Al Sa’adah, mengumpat adalah kejahatan lidah yang terbesar. Karena itu hanya bisa diampuni jika mau meminta maaf kepada orang yang diumpat.

Mengumpat tidak hanya menyakiti orang lain, melainkan juga menyakiti diri sendiri. Bagaimana bisa? Secara tidak sadar, orang yang mengumpat orang lain adalah mentransfer pahala kebaikan yang dimilikinya kepada kepada sosok yang diumpat.

Baca Juga :  Cobaan Hidup Tidak Selamanya Berbentuk Kesengsaraan, Nikmat Pun Termasuk Cobaan

Di sinilah kelak akan ada beberapa orang yang terheran-heran ketika mendapati pahala yang belum pernah dikerjakan semasa hidupnya. Pahala tersebut tak lain adalah pahala orang yang mengumpat yang dialihkan.

Jika pahala sang pengumpat tidak cukup untuk dialihkan, maka keburukan dosa yang dimiliki orang yang diumpat akan dilempar pada sang pengumpat. Dalam sebuah hadis  Nabi  pernah menceritakan kondisi orang muflis (bangkrut).

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Tahukah kalian siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?” Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai uang maupun harta benda.”

Kemudian Nabi menjelaskan, “Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak).

Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here