Hukum Orangtua Menyuruh Anak Bercerai

1
123

BincangSyariah.Com – Di antara beberapa kasus yang terkadang dialami oleh suami istri adalah orangtua yang meminta anak bercerai dari pasangannya. Ini bisa terjadi pada seorang suami yang diminta orangtuanya untuk menceraikan istrinya, atau sebaliknya, seorang istri yang diminta orangtunya untuk bercerai dengan suaminya. Sebenarnya, bagaimana hukum orangtua menyuruh anak bercerai, apakah boleh?

Dalam Islam, perkara yang sangat dibenci Allah meskipun itu boleh dilakukan adalah perceraian. Karena itu, seorang suami dan istri jika tidak ada alasan yang sangat mendesak dan benar, sangat tidak dianjurkan dan dibenarkan untuk bercerai. (Baca: Enam Keadaan Istri Boleh Meminta Cerai Kepada Suami)

Begitu juga tidak dibenarkan bagi seseorang merusak hubungan pernikahan orang lain, meskipun itu orangtua terhadap anaknya sendiri. Orangtua tidak boleh merusak dan menyuruh anaknya bercerai dengan pasangannya tanpa ada alasan yang dibenarkan secara syariat. Merusak hubungan pernikahan orang lain, meskipun itu dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya sendiri, disebut dengan takhbib, dan hukumnya adalah haram.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

ليسَ منَّا من خبَّبَ امرأةً علَى زوجِها أو عبدًا علَى سيِّدِه

Bukan termasuk golongan kami seseorang yang merusak hubungan seorang istri dengan suaminya atau merusak hubungan budak dengan tuannya.

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Nasai dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

من خبَّبَ عبدًا على أَهْلِهِ فليسَ منَّا ومن أفسدَ امرأةً على زوجِها فليسَ منَّا

Barangsiapa merusak hubungan budak dengan keluarganya, maka dia bukan golongan kami. Barangsiapa merusak hubungan seorang dengan suaminya, maka dia bukan golongan kami.

Baca Juga :  Bolehkah Istri Menggugat Cerai karena Alat Kelamin Suami Terlalu Besar atau Kecil?

Adapun jika berdasarkan alasan yang dibenarkan oleh syariat, seperti suami tidak bertanggung jawab dan mempengaruhi istrinya untuk berbuat maksiat, atau sebaliknya, istri nusyuz dan memiliki akhlak serta perangai tercela dan susah diperbaiki, maka boleh bagi orangtua menyuruh anak bercerai dari pasangannya.

Ini sebagaimana dalam kasus Sayidina Umar bin Khattab yang memerintahkan putranya Abdullah bin Umar agar menceraikan istrinya, dan Nabi Saw membenarkan tindakan Sayidina Umar tersebut. Dalam hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi, Abdullah bin Umar berkata;

كَانَتْ تَحْتِي امْرَأَةٌ أُحِبُّهَا، وَكَانَ أَبِي يَكْرَهُهَا، فَأَمَرَنِي أَنْ أُطَلِّقَهَا، فَأَبَيْتُ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَال: يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ طَلِّقِ امْرَأَتَكَ

Aku punya istri yang aku cintai akan tetapi ayahku tidak menyukainya. Ayah memerintahkan agar aku menceraikannya tapi aku tidak mau. Kemudian aku laporkan hal itu ke Rasulullah. Beliau berkata; Wahai Abdullah Ibnu Umar, ceraikan istrimu.

1 KOMENTAR

  1. Mmaaf sebelumnya,, saya mau bertanya diluar tema fiatas ya pak,,, bgmna hukumnya orang tua yg membeda2 kan anak yg satu dg yg lain, dan itu nyata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here