Bolehkah Orangtua Mengambil Harta Anaknya?

3
1909

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah pengajian terdapat seorang ustadz yang menjelaskan kebolehan orangtua mengambil harta anak meskipun tanpa izin dari anaknya. Dijelaskan bahwa sebab kebolehan ini adalah karena anak dan hartanya adalah milik orang taunya. Benarkah orang tua boleh mengambil harta anaknya meskipun tanpa izin dari anaknya? (Tiga Amal yang Pahalanya Tetap Mengalir Setelah Meninggal)

Para ulama berbeda pendapat terkait kebolehan orang tua mengambil harta anak tanpa izin dari anaknya. Menurut Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafii, orang tua tidak boleh mengambil harta anaknya tanpa izin kecuali orang tua sangat membutuhkan harta tersebut dan mengambil sesuai kebutuhannya. Jika tidak butuh atau mengambil melebihi kebutuhannya, maka hukumnya tidak diperbolehkan.

Sementara Ibnu Qudamah dan kebanyakan ulama Hanafiyah mengatakan bahwa orang tua boleh mengambil harta anaknya secara mutlak, baik sangat membutuhkan atau tidak, anaknya masih kecil atau sudah besar. Namun demikian, kebolehan ini harus memenuhi dua syarat. Pertama, tidak memusnahkan harta dan tidak memudaratkan anak, juga bukan mengambil yang jadi kebutuhan penting anaknya. Kedua, tidak boleh mengambil harta tersebut dengan tujuan untuk memberikan pada yang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

للأب أن يأخذ من مال ولده ما شاء، ويتملكه مع حاجة الأب إلى ما يأخذه، ومع عدمها، صغيراً كان الولد أو كبيراً، بشرطين:أحدهما: أن لا يجحف بالابن، ولا يضر به، ولا يأخذ شيئاً تعلقت به حاجته.الثاني: أن لا يأخذ من مال ولد فيعطيه الآخر. وقال أبو حنيفة ومالك والشافعي : ليس له أن يأخذ من مال ولده إلا بقدر حاجته

Boleh bagi bapak mengambil harta anaknya semaunya lalu ia miliki, baik dia membutuhkan atau tidak, anaknya masih kecil atau sudah besar. Namun kebolehan bapak mengambil harta anaknya asalkan memenuhi dua syarat.

Baca Juga :  Status Hukum Air Liur Binatang Ternak, Najis Atau Tidak?

Pertama tidak memusnahkan harta dan tidak memudaratkan anak, juga bukan mengambil yang jadi kebutuhan penting anaknya.

Kedua, tidak boleh mengambil harta tersebut dengan tujuan untuk memberikan pada yang lain. Imam Abu Hanifah, Malik dan Syafii berkata; Bapak tidak boleh mengambil harta anaknya kecuali sesuai dengan kebutuhannya.

3 KOMENTAR

  1. Boleh asal ada persetujuan dari pihak anak & diwajibkan krn pertama kali yg membuat anak itu di besar kan dr hasil keringat ortu y itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here