Orang yang Meninggal Memendam Cinta Tergolong Sebagai Mati Syahid

9
11814

BincangSyariah.Com – Mencintai lawan jenis merupakan hal yang alami dan normal. Agama pun mengaturnya dengan cara menikah bagi yang sudah memenuhi kriteria. Namun, bagi mereka yang belum mampu menikah, Nabi menganjurkan menikah. Di sisi lain, lelaki atau perempuan yang sedang mencintai orang lain, namun belum waktunya menikah itu dianjurkan untuk memendam sementara perasaannya. Bahkan jika sampai meninggal, orang itu dikategorikan sebagai mati syahid.

Al-Imam al-Khatib al-Baghdadi meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi demikian.

مَنْ عَشِقَ فَعَفَّ فَكَتَمَ فَمَاتَ مَاتَ شَهِيدًا

Orang yang merindu, namun mengekang diri dan menyembunyikan rasa cinta dan rindunya, itu tergolong sebagai mati syahid.

Artinya, hadis di atas menjelaskan mengenai pengorbanan seorang pemuda atau pemudi yang berusaha menjaga kesucian cintanya dengan tidak bermaksiat dan mengumbar rasa cintanya pada orang yang dicintai, karena ia merasa belum mampu atau belum waktunya menikah. Orang yang memendam rasa cinta seperti di atas kemudian dia merasakan beban batin hingga meninggal itu tergolong sebagai orang yang mati syahid. Menurut Sayid Ahmad bin al-Shiddiq al-Ghumari dalam Dar’ al-Dhu‘fi ‘an ḥadīth man ‘asyiqa fa‘affa menguatkan kualitas hadis di atas.

Sumber: Darul Ifta al-Mishriyyah

9 KOMENTAR

  1. Bismillah
    Maaf apakah hadits ini shahih? Riwayat siapa? Kami diajarkan utk tdk sembarangan menyebut atau menyebarkan hadis tnp tau sumber yg jelas shahih atau tdk, kuatir terkena ancaman ikut menyebarkan kebohongan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam, sekali lagi maaf cm mengingatkan

  2. Menurut Abu ahmaf al jurjani :hadits ini adalah salah satu hadits yang diingkari oleh si perawi hadits: yakni suwaid. diantara yang mengingkarinya ialah imama baihaqi, abu fadhl ibn thahir dan abu al faraj ibn al jauzi bahkan abu al fajda ibnu jauzi memasukan hadits ini dalam kitab al maudhuhat yang berisi hadits hadits palsu

    kesimpulannya :
    serahkan lah permasalahan kepada Ahlinya .
    Alhamdulilah ulama Salaf tidak pernah luput dari satu haditspun maka segoyanya dan adil kita jangan hanya melihat dari satu kitab hadits tentang suatu keahsan hadits
    berkenan al khathib beliau ibnu qoyyim sudah menjelaskannya dalam kitab beliau antum boleh crosscek ikhwan sekalian
    semoga Allah memberi bermanfaat dan memberikan taufiq kepada kita semua barakllahufikum

    referensi : kitab radhotulmuhibbin kary ibnu qoyyim rahimaullah

  3. Lalu apa yg bs d lakukan oleh orang yg memendam cinta tsb?
    Jangan katakan agar menyibukkan diri pada hal yg positif ya?! Puluhan tahun telah saya jalani hidup sewajarnya.
    Jangan katakan agar merelakan dg ihlas ya?! Saya menahan diri untuk tidak merusak urusan rumah tangganya karna takud dosanya .apakah tdk masuk ke dlm ihlas?!
    Semua bisa berjalan seolah normal hampir 20 tahun itu karna kami memang tak lagi ada komunikasi. Namun terkadang ingatan tentang dia kembali datang. Maka seusai shalat,akupun berdoa untuknya juga demi ketenangan batin ku.
    Namun tatkala ALLAH mempertemukan kami lagi hingga bisa kembali komunikasi. Hati ini kembali teriris.

    Yang bisa kutanyakan hanyalah “kenapa dia KAU ciptakan hanya menjadi ujian bagiku ya ALLAH?. Adakah manfa’at bagiku yg belum ku ketahui atas pencipta’anya?”

    Lalu apa? Apa yg ku peroleh dari ujian semacam itu?
    Jangan katakan ALLAH punya rencana yg lebih baik! Tak kau katakan itupun saya tahu.makanya saya menahan diri dari perkara yg bisa menimbulkan dosa.
    Namun faktanya perasan ini selalu terus menyesakkan dada berharap kami hidup bersama.hingga hal itu sering mmbuat ku menangis.selalu terus mengganggu fikiran hingga m munculkan angan angan seolah suatu saat nanti kami bisa bersama.

    Katakan pada ku.
    Apa yg bisa mmbersihkan hati dan fikiran ku pada rasa yg sering di namakan cinta itu.

    Yg ku tahu, hati dan fikiranku hanya akan tenang jika kami hidup bersama.

    Jangan katakan mungkin kelak kami akan di beri kesempatan hidup bersama?! Karena itu sama saja bodoh berharap menunggu suaminya mati atao berharap menunggu dia bercerai.

  4. Sejarah yg telah anda ceritakan mnjd satu pengalaman yg luar biasa, jlni semuanya dg keikhlasan biarlh Alloh SWT yg menilai, semua pasti ad balasan

  5. saya juga bingung ,saya mencintai seseorang secara diam diam dan saat saya mulai menghubungi dia dia sudah tiada ,apa yang harus saya lakukan bahkan dia belum lihat saya hanya saya yang lihat dia di grup ,tiap hari saya begini rasanya ngak punya nafsu lagi buat hidup makan pun sehari sekali ,badan saya kayak ngk kuat lagi ,apa yang harus saya lakukan ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here