Orang-Orang yang Terhalang Mendapat Berkah di Malam Nisfu Sya’ban

1
1486

BincangSyariah.Com – Imam al-Ghazali dalam Mukaasyafat al-Quluub mendedah asal muasal penamaan bulan Syakban. Bahwa secara etimologis, kata sya’ban berasal dari akar kata syi’bun yang berarti thariiqul jabal (jalan di gunung). Lebih lanjut, al-Ghazali kemudian memafhumi kata sya’ban sebagai suatu jalan kebaikan yang mencabangkan banyak keberkahan.

Tidak sedikit riwayat hadis maupun penuturan ulama dan hukama tentang keberkahan bulan Sya’ban. Terutama sekali yang menyangkut beragam keutamaan yang terdapat pada malam Nisfu Sya’ban. Akan tetapi, tidak sembarang orang dapat serta-merta menuai gemah ripah fadilah di malam nan agung itu. Sebab, ada beberapa orang yang terhalang mendapat berkah di malam nisfu sya’ban lantaran kelakuan maksiat mereka. Berikut senarai hadis yang menerangkan orang-orang yang terhalang mendapat berkah di malam Nisfu Sya’ban.

Imam al-Thabrani dalam kedua kitab hadisnya, al-Mu’jam al-Kabiir dan al-Mu’jam al-Awsath, menuliskan sebuah hadis yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَطَّلِعُ اللَّهُ عَلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Rasulullah saw bersabda: “Allah memperhatikan kepada semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Maka Dia memberi ampunan kepada semua makhluk-Nya, terkecuali bagi musyrik dan orang yang saling bermusuhan.” (H.R. al-Thabrani).

Di dalam al-Mu’jam al-Kabir, al-Thabrani menukil pula hadis lain yang diperoleh dari seorang sahabat bernama Abu Tsa’labah radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَطْلُعُ اللهُ عَلَى عِبَادِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَيُمْهِلُ الْكَافِرِينَ، وَيَدَعُ أَهْلَ الْحِقْدِ بِحِقْدِهِمْ حَتَّى يَدْعُوهُ

Bahwasaya Nabi saw bersabda: “Allah mengamati seluruh hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lantas Allah memberikan ampunan kepada orang-orang yang beriman dan menangguhkannya terhadap kaum kafir, serta tidak mengacuhkan para pendendam hingga mereka meminta ampun kepada-Nya.” (H.R. al-Thabrani).

Sementara itu, Zakiyuddin al-Mundziri pun memaparkan di dalam kitabnya yang berjudul at-Targhib wa at-Tarhib min al-Hadits al-Syarif. Adalah penggalan sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis panjang yang diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

إِن الله عز وَجل يطلع على عباده فِي لَيْلَة النّصْف من شعْبَان فَيغْفر للمستغفرين وَيرْحَم المسترحمين وَيُؤَخر أهل الحقد كَمَا هم

Sesungguhnya Allah Yang Maha-mulia dan Maha-agung mengawasi hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, sehingga Dia mengampuni setiap orang yang meminta ampunan dan mengasihi siapa saja yang menyambung silaturahim, serta menangguhkan ampunan bagi para pendendam seperti halnya mereka yang menangguhkan maaf terhadap sesamanya. (H.R. al-Baihaqi).

Hadis lainnya yang juga diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan bahwa Rasulullah saw pernah bercerita perihal kedatangan malaikat Jibril ‘alayhi al-salam.

فَقَالَ هَذِه لَيْلَة النّصْف من شعْبَان وَللَّه فِيهَا عُتَقَاء من النَّار بِعَدَد شُعُور غنم كلب لَا ينظر الله فِيهَا إِلَى مُشْرك وَلَا إِلَى مُشَاحِن وَلَا إِلَى قَاطع رحم وَلَا إِلَى مُسبل وَلَا إِلَى عَاق لوَالِديهِ وَلَا إِلَى مدمن خمر

Jibril mengabarkan bahwa sekarang malam Nisfu Sya’ban dan di momen ini Allah menganugerahkan orang-orang yang merdeka dari api neraka sejumlah bulu domba Bani Kalb. Terkecualikan dari hal demikian, yakni (1) orang musyrik, (2) orang yang saling berseteru, (3) orang yang memutus silaturahim, (4) orang yang suka mencaci maki, (5) orang yang durhaka kepada kedua orang tua, dan tidak pula terhadap (6) pecandu khamar. (H.R. al-Baihaqi).

Sedangkan pada riwayat yang lain, enam golongan yang dikecualikan tersebut adalah:

إلا ستة نفر لا مدمن خمر ولا عاق لوالديه ولا مصر على زنا ولا مصارم ولا مضرب ولا قتات

“Dikecualikan terhadap enam golongan, yakni: (1) pecandu khamar, (2) pendurhaka orang tua, (3) pezina, (4) penjahat yang bengis/kejam, (5) orang yang ringan tangan (suka memukul), dan (6) pengadu domba (provokator).”

Sebagai pemungkas, al-Munzdiri juga menukil hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma berikut ini,

أَن رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ يطلع الله عز وَجل إِلَى خلقه لَيْلَة النّصْف من شعْبَان فَيغْفر لِعِبَادِهِ إِلَّا اثْنَيْنِ مُشَاحِن وَقَاتل نفس

Bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah Yang Maha-mulia dan Maha-agung mengamat-amati seluruh makhluk-Nya pada malam nisfu sya’ban. Maka Allah menganugerahkan ampunan-Nya bagi segenap hamba-Nya, selain dua orang, yakni orang yang sedang bertengkar dan orang yang bunuh diri.” (H.R. Ahmad).

Alhasil, penulis berharap nian semoga penulis pribadi dan semua pembaca tidak tergolong orang-orang yang tak kebagian berkah dan gelimang ampunan serta pahala Allah swt pada malam Nisfu Sya’ban nanti. Amiin yaa Rabb al-‘aalamiin.

100%

1 KOMENTAR

  1. Ilmu yg sangat bermamfaat buat wawasan, pemahaman, dan pengetahuan dgn tulisan yang luar bisa dari sumber yang akurat semoga barakah selalu buat kita semua, amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here