Orang Menikah Mengaku Jomlo, Apakah Otomatis Jatuh Talak?

1
1489

BincangSyariah.Com – Zaman sekarang banyak laki-laki yang telah menikah namun mengaku jomlo atau single pada perempuan lain untuk sebatas candaan atau guyonan semata. Dalam Islam, apakah pengakuan yang seperti ini dianggap jatuh talak?

Salah satu rukun perceraian adalah adanya lafal. Menurut mazhab Syafii, lafal talak terbagi mejadi dua yakni sharih dan kinayah. Yang dimaksud dengan sharih adalah lafal yang tidak mengandung arti lain selain talak. Jika seorang laki-laki mengucapkan lafal ini, maka tidak diperlukan lagi adanya niat. Contoh lafal-lafal sharih diantaranya adalah at-thalaq (cerai), al-firaq (pisah), as-sarah (lepas). Misalnya thallaqtuki (saya menceraikanmu), anti thaliq (kamu adalah orang yang tertalak), dan sarrahtuki (saya melepaskanmu).

Sedangkan yang kedua adalah lafal kinayah. Yang dimaksudkan adalah bahwa kata tersebut mengandung kemungkinan makna cerai atau selainnya. Karena itu ketika diucapkan, dibutuhkan niat dari pihak yang mengucapkan.

Maka dari itu, hukum dari apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut adalah apabila ia mengucapkannya disertai niat talak maka jatuhlah talak satu kepada istrinya. Namun jika ia mengucapkannya tanpa disertai niat mentalak istrinya, maka tidak jatuh talak.

Hal ini bisa kita lihat dalam kitab al-Muhadzdzab yang bunyinya sebagai berikut:

وَإِنْ قَالَ لَهُ رَجُلٌ أَلَكَ زَوْجَةٌ؟ فَقَالَ “لاَ” فَإِنْ لَمْ يَنْوِ بِهِ الطَّلاَقَ لَمْ تُطَلَّقْ لِأَنَّهُ لَيْسَ بِصَرِيْحٍ وَإِنْ نَوَى بِهِ الطَّلاَقَ وَقَعَ  لِأَنَّهُ يَحْتَمِلُ الطَّلاَقَ

Dan apabila seseorang yang telah beristri ditanya, “Apakah anda telah beristri? Lalu ia menjawab, “Belum.” Maka jikalau ia tidak meniatkan talak, niscaya tidak jatuh talak karena ucapannya tersebut bukan kalimat sharih. Dan jikalau ia meniatkan talak, niscaya jatuh talak karena ucapannya tersebut mengandung kemungkinan makna talak.

Wallahu A’lam bis-Shawab….

Baca Juga :  Pengertian Nikah dan Dalil Anjuran Tidak Menjomblo

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum, sya mau bertanya. Ada seorang suami di tanya temannya atau keluarga si istri (sepupu), apakah kamu suami si fulanah. Lalu si fulan menjawab bukan sambil tersenyum atau tertawa (namun ini niat bercanda). Padahal teman atau keluarga si istri itu tahu tapi hanya untuk menegaskan. Mohon jawabannya. Terima kasih, assalaamualaikum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here