Hukum Orang Kaya Mengaku Miskin Agar Terima Zakat

2
1694

BincangSyariah.Com – Sebelum panjang lebar membahas hukum orang kaya mengaku miskin agar terima zakat, kami akan mengulas sedikit tentang hikmah di balik disyariatkannya ibadah zakat. (Baca: Setelah Bayar Zakat Masihkah Wajib Membayar Pajak?)

Allah Swt. berfirman dalam QS Al-An’aam ayat 165:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.”

Keberadaan kelompok kelas bawah yang miskin dan tertindas dalam konsepsi ayat Al-Qur’an di atas adalah sebagai ujian bagi kelompok kelas atas. Sikap apa yang akan diambil kelompok kelas atas terhadap kelompok kelas bawah. Sombong serta menganggap mereka sebagai orang-orang malas dan pinggiran, atau memahami serta memaklumi kondisi mereka dan berusaha membantu mereka keluar dari jurang kemiskinan?

Zakat dalam Islam berperan penting dalam pemerataan pendapatan kaum fakir-miskin. Kemiskinan tidak seharusnya membuat seseorang tidak dapat makan. Dengan zakat, orang fakir bisa tercukupi kebutuhannya. Sebuah kearifan telah ditunjukkan kepada kita sebagai makhluk yang sering bertanya-tanya mengapa harus ada kelompok miskin.

Dengan berdasarkan hikmah ini, maka kita bisa meyakini bahwa hukum mengaku-ngaku miskin atau fakir, padahal dirinya kaya atau mampu, agar bisa menerima zakat adalah haram. Pelakunya tentu saja tergolong orang yang zalim, karena telah melakukan kebohongan untuk mengambil apa yang bukan haknya.

Imam Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Rasulullah saw. berabda:

لا تحل الصدقة لغني ولا لذي مرة سوي

“Harta zakat tidak halal bagi orang kayak, tidak pula bagi orang yang memiliki kekuatan sempurna.” (HR Abu Dawud).

Baca Juga :  Prioritas Penerima Zakat di Era Pandemi Covid-19

Imam Abu Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis ketika Rasulullah saw. didatangi dua orang yang tampak kuat dan datang untuk meminta zakat, beliau bersabda:

إن شئتما، أعطيتكما؛ ولا حظ فيها لغني ولا لقوي مكتسب.

“Kalau kalian berdua mau, akan kuberikan. Tapi, tidak ada hak pada zakat bagi orang kaya. tidak pula bagi orang kuat yang mampu mencari sendiri kecukupannya.” (HR Abu Dawud).

Beliau akhirnya tidak memberikan zakat kepada dua orang tersebut, karena beliau tahu keduanya bukanlah orang yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Beliau uga mengingatkan bahwa orang yang tidak berhak menerima zakat jangan sekali-kali mengambil bagian dari harta zakat.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here