Prof Oman Fathurrahman: Tidak Ada Jejak Khilafah Turki Utsmani di Nusantara

1
912

BincangSyariah.Com – Film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) ramai dibicarakan di media sosial. Pembuatnya mem-framing seakan-akan Turki Utsmani merupakan kekhilafahan yang membawahi kesultanan-kesultanan yang ada di Nusantara pada waktu itu dengan sistem khilafah. Tentu klaim ini dibantah habis-habisan oleh para sejarawan.

Dalam diskusi Historia.id pada 25 Agustus 2020 yang ditayangkan live di YouTube, Oman Fathurrahman menyatakan bahwa peran Islam sebagai kelompok politik atau kelompok perjuangan tidak diragukan lagi, sudah pasti ada. (Baca: Terkait Film Jejak Khilafah di Nusantara Buatan HTI, Ini Penjelasan Sejarawan)

Profesor filologi Islam ini menambahkan, politik adalah bagian tak terpisahkan dari Islam sejak zaman Rasulullah Saw. Islam di Nusantara di masa lampau memang sangat kesultanan-sentris. “Jika pertanyaannya tentang apakah ada jejak khilafah di Nusantara, jawabannya adalah satu pertanyaan penting: apa yang dimaksud dengan “jejak khilafah” itu?” tanyanya kepada audiens.

Pengampu program Ngariksa ini melihat, warganet berdiskusi secara kontinyu tentang film JKDN di media sosial tapi belum mendapatkan jawaban dari arti “jejak khilafah” yang sebenarnya. Ia menyatakan bahwa jika yang dimaksud dengan khilafah dalam JKDN adalah bahwa kesultanan-kesultanan di Nusantara pernah menjadi bagian dari khilafah Turki Utsmani, jawabannya jelas tidak.

Oman telah mengkaji manuskrip-manuskrip dari Aceh, Palembang, Jawa, Cirebon dan daerah lainnya tidak mengindikasikan sama sekali bahwa kesultanan-kesultanan di Nusantara adalah bagian dari khilafah Utsmani pada saat itu—jika mau disebut sebagai khilafah.

Kalaupun ada kaitan dengan Utsmaniyah khususnya Aceh, tidak diragukan memang ada jejak-jejak hubungan diplomatik seperti yang tertulis dalam buku Azyumardi Azra yang berjudul Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia (2013).

Baca Juga :  Hukum Makan Daging Ikan Hiu, Apakah Halal?

Penjelasan Oman Fathurrahman menyatakan bahwa tidak ada jejak khilafah di Nusantara sama sekali. Yang ada hanyalah hubungan diplomatik antara kesultanan Indonesia di masa lampau dengan dinasti Utsmaniyah.

Untuk membentuk atau membangun sistem khilafah di Nusantara pada masa itu, harus ada approval, bai’at atau sumpah kerja dari Ottoman Turki kepada Sultan yang dianggap sebagai khalifah sedangkan hal tersebut sama sekali tidak terjadi di Nusantara.

“Kesultanan Aceh memang sedang berperang dengan Portugis dan Belanda. Ada negara Turki Utsmani sehingga, Kesultanan Aceh meminta bantuan melalui semangat keagamaan. Sebab, kesultanan Aceh perlu meriam untuk melawan musuh.” Jelas Oman.

Turki Utsmani sangat mengapresiasi kesultanan di Nusantara di abad ke-15, tapi dalam film Jejak Khilafah di Nusantara, hal tersebut diframing sebagai sistem khilafah. Dalam konteks bagian dari sistem politik, hal tersebut jelas menjadi persoalan.

“Dalam kepanjangan tangan politik Turki Utsmani, kesultanan di Nusantara tidak terlibat. Tapi dalam membantu semangat keagamaan, jelas iya.” Pungkas Oman.

Oman juga menyampaikan bahwa dalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus mengikuti data, bukan data yang mengikuti keinginan peneliti. Subjektivitas memang ada, tapi peneliti harus tetap mengikuti kaidah keilmuan dan jangan berbohong.[]

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Belum lama ini ramai diperbincangkan sebuah film dokumenter bertajuk Jejak Khilafah di Nusantara. Film ini menampilkan beberapa wawancara dan narasi yang menggiring opini bahwa kesultanan di Nusantara memiliki kaitan dengan Kerajaan Utsmaniyyah di Turki bahkan lebih jauh memiliki kaitan dengan Dinasti Abbasiyyah di masa awal Islam. (Baca: Oman Fathurrahman: Tidak Ada Jejak Khilafah Turki Utsmani di Nusantara) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here