Obat Penyembuh Kegelisahan dan Kesedihan

0
784

BincangSyariah.Com – Sering merasakan gelisah dan sedih secara tiba-tiba tanpa sebab? Atau Anda merasakan kesedihan yang hadir terus-menerus tak kenal batas waktu? Mungkin sejenak kita harus melihat apa yang disampaikan Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad :

المعاصي والفساد : توجب الهمّ ، والغمّ ، والخوف ، والحزن ، وضيق الصدر ، وأمراض القلب . ولا دواء لها إلا : الاستغفار ، والتوبة

Dosa dan kerusakan menyebabkan munculnya: kegelisahan, kegalauan, ketakutan, kesedihan, kesempitan dada, dan berbagai penyakit kalbu. Maka tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya kecuali istighfar dan taubat.”

Sungguh dosa itu mengganjal. Terkadang sebannya menghalangi kita untuk mendekat dan memohon ampun kepada-Nya. Padahal jelas semua tahu jika Allah memiliki sifat Maha Pengampun dan Penyayang. Namun selama dosa itu belum diampuni oleh-Nya, kegelisahan, kesedihan, dan berbagai penyakit hati terus menghantui. Tiada solusi untuk semunya kecuali memohon ampun kepada-Nya dan bertaubat.

Alhasil, bisa dikatakan bahwa beristighfar dan taubat menuju jalan Allah itu adalah cara cerdas kembali merajut rahmat Allah. Dengan rahmat-Nya hidup kita akan dipenuhi kemudahan dan kebahagiaan yang tiada tara.

Namun bagaimana jika menemukan seseorang yang telah memiliki tumpukan dosa di masa lalunya? Yang perlu diingat adalah sebesar apapun tabungan dosa manusia, Allah tidak pernah menutup pintu taubat kepada hamba-Nya yang memohon ampun. Dalam QS Az Zumar ayat 52 difirmankan:

 قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Allah itu sungguh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam tafsirnya menjelaskan, ayat 53 surah az-Zumar itu dimaksudkan sebagai bentuk larangan berputus asa dari rahmat Allah meski seseorang telah melakukan banyak dosa. Yang pasti seorang makhluk tidak diperkenankan untuk membuat orang lain berputus asa dari rahmat-Nya.

Baca Juga :  Grand Syekh Al-Azhar Himbau Agar Tidak Berfoto dan Unggah di Medsos saat Sedekah

Tidak heran, sebagain ulama salaf berkata, “Orang yang memiliki pemahaman yang benar adalah yang tidak membuat putus asa orang lain dari rahmat Allah dan tidak menyuruh mereka bermaksiat kepada Allah.

Karena itu, kepada segenap insan yang masih memiliki kegelisahan dan kesedihan yang tak menentu, cobalah duduk sebentar, lantas merenung dosa-dosa yang sengaja ataupun tak sengaja terlampau. Setelah itu, hapus segenap dosa yang menimbulkan berbagai penyakit hati seperti gelisah dan sedih dengan istighfar dan bertaubat kepda-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here