Jika Non-Muslim Melaksanakan Shalat, Apakah Otomatis Menjadi Muslim?

0
1413

BincangSyariah.Com – Ketika non-muslim hendak memeluk agama Islam, maka dia diharuskan terlebih dahulu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Dua syahadat ini ada di dalam bacaan shalat dalam tahiyat. Oleh karena itu, jika non-muslim melaksanakan shalat, apakah secara otomatis dia sudah menjadi muslim? (Suami-Istri Baru Masuk Islam, Perlukah Menikah Ulang?)

Menurut Imam Syafii dan kebanyakan ulama, jika ada non-muslim melaksanakan shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah, sendirian maupun secara berjemaah, di rumah maupun di masjid, maka hal itu tidak secara otomatis menjadi muslim. Dia tetap berstatus sebagai non-muslim meskipun melaksanakan shalat jika sebelumnya belum pernah mengucapkan dua syahadat di luar shalat.

Ini seperti halnya non-muslim melakukan puasa dan membayar zakat. Sebagaimana non-muslim yang melakukan puasa dan membayar zakat tidak otomatis menjadi muslim, begitu juga ketika dia melaksanakan shalat. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

وإذا صلى الكافر الأصلي اماما أو مأموما أو منفردا أو في مسجد أو غيره لم يصر بذلك مسلما سواء كان في دار الحرب أو دار الاسلام نص عليه الشافعي في الأم والمختصر وصرح به الجمهور

Jika non-muslim tulen (asli) melaksanakan shalat, baik sebagai imam, makmum, shalat sendirian, shalat di dalam masjid atau lainnya, maka dia tidak otomatis menjadi muslim dengan melakukan hal itu, baik dia hidup di negara kafir maupun di negara Islam. Ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Syafii dalam kitab Al-Umm dan kitab Al-Mukhtashar. Ini juga disampaikan dengan jelas oleh kebanyakan para ulama.

Menurut para ulama, non-muslim bukan bagian dari ahli shalat sehingga jika dia melaksanakan shalat, maka shalatnya tidak sah. Karena shalatnya tidak sah, maka dia tidak bisa menjadi muslim dengan shalat tersebut, meskipun di dalamnya dia membaca dua kalimat syahadat. Ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

ولا تصح امامة الكافر لأنه ليس من أهل الصلاة فان تقدم وصلي بقوم لم يكن ذلك اسلاما منه لأنه من فروع الايمان فلا يصير بفعله مسلما كما لو صام رمضان أو زكي المال

Non-muslim tidak sah menjadi imam karena dia bukan bagian dari ahli shalat. Jika dia menjadi imam, maka hal itu tidak otomatis menjadikan dirinya masuk Islam karena shalat bagian dari cabang imam. Karena itu, dia tidak bisa menjadi muslim dengan melaksanakan shalat, sebagaimana dia tidak menjadi muslim dengan melakukan puasa Ramadhan dan membayar zakat harta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here