Hukum Non-Muslim Mendoakan Orang yang Bersin, Apakah Boleh?

1
943

BincangSyariah.Com – Mendoakan orang yang bersin disebut dengan tasymitul ‘athis. Dalam Islam, mendoakan orang yang bersin ini sangat dianjurkan jika orang yang bersin membaca alhamdulillah. Jika orang yang bersin membaca alhamdulillah, maka orang yang mendengarnya dianjurkan untuk membaca ‘Yarhamukallah’. Namun bagaimana jika non-muslim mendoakan orang yang bersin dengan mengucapkan ‘Yarhamukallah’, apakah boleh?

Dalam Islam, jika kita mendengar orang bersin dan kemudian dia membaca hamdalah, maka kita dianjurkan untuk mendoakannya dengan membaca ‘Yarhamukallah’. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmizi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi saw bersabda;

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مَنْ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ

Sungguh Allah menyukai orang yang bersin dan tidak menyukai orang yang menguap. Jika salah satu dari kalian bersin, lalu ia mengucapkan, ‘Alhamdulillah (segala puji bagi Allah),’ maka hak bagi setiap orang yang mendengarnya untuk mengucapkan, ‘Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu).

Namun jika orang yang bersin tidak membaca hamdalah, maka kita tidak perlu mendoakannya. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Musa, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا عَطَسَ أحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتُوهُ، فَإنْ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ فَلاَ تُشَمِّتُوهُ

Jika salah seorang di antara kalian bersin lalu memuji Allah, maka hendaklah kalian mendokannnya. Jika dia tidak memuji Allah, maka kalian tidak perlu mendoakannya.

Anjuran mendoakan orang yang bersin ini tidak hanya boleh dilakukan oleh orang muslim saja, namun juga boleh dilakukan oleh non-muslim. Karena itu, jika non-muslim mendengar orang bersin dan kemudian dia membaca hamdalah, maka non-muslim tersebut boleh mendoakannya dengan membaca ‘Yarhamukallah’. Kemudian dianjurkan bagi orang yang bersin untuk mendoakan non-muslim tersebut dengan kalimat ‘Yahdikumullah wa yushlihu baalakum’.

Baca Juga :  Khutbah Idul Fitri di Rumah: Lewat Idul Fitri, Mari Kembali Mempererat Kesatuan Bangsa

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dari Ibnu Umar, dia berkata;

اجْتَمَعَ الْيَهُودُ وَالْمُسْلِمُونَ فَعَطَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَمَّتَهُ الْفَرِيقَانِ جَمِيعًا، فَقَال لِلْمُسْلِمِينَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَيَرْحَمُنَا وَإِيَّاكُمْ. وَقَال لِلْيَهُودِ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Orang-orang Yahudi dan orang-orang muslim berkumpul, tiba-tiba Nabi Saw bersin, kemudian kedua golongan tersebut mendoakan beliau. Kepada orang-orang muslim, Nabi Saw kemudian membalas dengan doa ‘Yaghfirullahu laku wa yarhamuna wa iyyakum’, dan kepada orang-orang Yahud beliau membalas dengan doa ‘Yahdikumullah wa yushlihu baalakum’.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here