Non-Muslim Masuk Islam, Amal Baiknya Tercatat Saat Ketika Jadi Mualaf?

1
1484

BincangSyariah.Com- Non-Muslim yang mendapatkan hidayah biasanya kita sebut dengan mualaf. Jika ada Non-Muslim menjadi mualaf, dan semasa ia menjadi non-Muslim ia pernah melakukan suatu kebaikan, maka bagaimana Islam memandang perbuatan baiknya tersebut? Hal serupa juga pernah ditanyakan oleh salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Hakim bin Hizam (w. 54 H) kepada Rasululah SAW. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (204 H- 261 H) dalam kitabnya yang berjudul Shahih Muslim:  

أخبرني عروة بن الزبير أن حكيم بن حزام أخبره أنه قال لرسول الله صلى الله عليه و سلم أي رسول الله أرأيت أمورا كنت أتحنث بها في الجاهلية من صدقه أو عتاقة أو صلة رحم أفيها أجر ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم أسلمت على ما أسلفت من خير

“Bahwa sesungguhnya Hakim bin Hizam pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang beberapa perkara berupa sedekah atau pembebasan budak, atau silaturrahim yang pernah aku lakukan pada zaman Jahiliyyah dulu? Apakah saya mendapatkan pahala padanya? Kemudian Rasullah menjawab “Kamu masuk Islam dengan kebaikan yang kamu kerjakan dahulu” (HR. Muslim)

Dalam hadis di atas, Rasullah menjelaskan bahwa ketika seorang non Muslim masuk Islam dia akan membawa serta amal kebaikan yang dia perbuat semasa sebelum masuk islam kedalam Islam.

Dengan artian, ia akan tetap mendapatkan pahala sebab kebaikannya tersebut ketika telah masuk Islam, sekalipun amal kebaikan tersebut ia lakukan semasa sebelum memeluk agama Islam. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Bathal (w. 449 H) dan lainnya ketika menjelaskan hadist ini, ia mengatakan bahwa: “Apabila non Muslim masuk Islam, kemudian ia mati dalam keadaan islam, maka amal kebaikan yang dia perbuat semasa sebelum masuk islam akan tetap diberi pahala menurut ajaran Islam.”

Dalam hal ini jelaslah bahwa seseorang yang keluar dari agamanya dan masuk kedalam agama islam, maka amal kebaikan yang ia perbuat semasa sebelum memeluk Islam tersebut akan tetap diganjar dengan pahala menurut ajaran Islam. Wallahu Subhanahu Wa Ta’ala A’lam

Baca Juga :  Barang Sewaan Rusak, Apakah Wajib Diganti?

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ketika kita diberi kesempatan oleh Allah untuk membimbing bacaan syahadat untuk orang yang baru masuk Islam atau mualaf, maka kita harus bersyukur kepada Allah. Ini disebabkan karena pahalanya sangat besar di sisi Allah, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya. Selain itu, kita juga bersyukur karena Allah telah menyelematkan orang tersebut lewat perantaraan kita. (Baca: Non-Muslim Masuk Islam, Amal Baiknya Tercatat Saat Ketika Jadi Mualaf?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here