Mana yang Lebih Utama, Nikah Dulu atau Haji Dulu?

1
890

BincangSyariah.Com – Pernikahan ataupun haji, kedua-keduanya merupakan ibadah dalam syariat agama Islam yang tujuannya sama-sama baik. Pernikahan dilakukan untuk keberlangsungan keturunan dalam menciptkana keluarga sakinah, mawaddah, war rahmah, sementara haji dilaksanakan sebagai penyempurna rukun Islam kita.

Dalam praktiknya di Indonesia, antara pernikahan maupun haji, keduanya sama-sama membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Seorang pria yang hendak menikahi perempuan idamannya, ia harus menyiapkan biaya untuk mahar (mas kawin), walimah (resepsi), dan tentu saja kemampuan memberikan nafkah baik berupa makanan, pakaian dan tempat tinggal. Jika dihitung-hitung, biayanya hampir sama dengan Ongkos Naik Haji.

Permasalahnnya adalah, jika seseorang sudah baligh dan hanya memiliki harta yang bisa menunjang salah satunya saja antara ongkos nikah atau ongkos haji, maka manakah yang lebih didahulukan, nikah dulu atau haji dulu?

Imam Asy-Syirazi dalam kitab al-Muhadzdzab menyebutkan,

 (وان احتاج إلى النكاح وهو يخاف العنت قدم النكاح لان الحاجة الي ذلك علي الفور والحج ليس علي الفور)

“Jika seseorang butuh menikah dan dia takut zina, maka didahulukan nikah, karena kebutuhan untuk nikah dalam hal ini lebih mendesak, sementara haji bukanlah ibadah yang sifatnya mendesak”

Pernyataan Imam Asy-Syirazi diatas kemudian dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab (j. 7 h. 49) bahwa sebaliknya jika tidak ditakutkan adanya perzinahan, maka penggunaan harta untuk membayar ongkos naik haji (ONH) lebih diutamakan.

Penjelasan Imam Asy-Syirazi dan Imam Nawawi didasarkan pada kenyataan bahwa hukum menikah yang bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi, seperti misalnya nikah menjadi wajib jika ditakutkan adanya fitnah jika tidak disegerakan, sedangkan di sisi lain kewajiban haji sifatnya bukanlah kewajiban fauriyyah (yang disegerakan seperti seseorang yang harus segera berpuasa saat Ramadhan tiba), namun bersifat at-taraakhi (boleh ditunda).

Baca Juga :  Menyikapi COVID-19 dengan Optimis dan Waspada Ala Ulama

Dengan demikian, pada persoalan ini, tinggal melihat pada kondisi yang bersangkutan, apabila ia memang sudah ngebet ingin menikah, maka segerakan menikah dengan menggunakan uang yang ada, sebaliknya jika tidak terlalu ngebet, maka uang tersebut digunakan untuk mendaftar haji.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here