Nikah Beda Harakah Menurut Quraish Shihab

0
685

BincangSyariah.Com – Terdapat banyak perbedaan tradisi antara warga Nu dan Muhammadiyah. Akan tetapi perbedaan tersebut sebatas pada masalah furu’iyah atau permasalahan cabang dalam hukum Islam seperti qunut, penentuan awal puasa dan penentuan hari raya. Bukan masalah pokok seperti dalam hal tauhid.

Beberapa pasangan yang berbeda harakah, merasa hal tersebut suatu hari bisa menjadi sumbu konflik dalam rumah tangga. Sehingga tak sedikit dari mereka yang merasa ragu meneruskan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Sebenarnya bagaimana seharusnya kita melihat permasalahan tersebut? Layakkah perbedaan harakah menjadi sebuah batu penghalang dalam melaksanakan sunah Rasul tersebut? Apakah sebaiknya hubungan tersebut dilanjutkan atau tidak?

Menurut Quraish Shihab dalam sebuah talkshow ‘Hidup Bersama Alquran’ mengatakan, sebaiknya tidak menjadikan perbedaan dalam hal-hal yang sebenarnya bisa bersatu menjadi sebab untuk tidak menikah. Apalagi bila perbedaan dalam kedua harakah tersebut bukan masalah prinsipil, seperti antara NU dan Muhammadiyah.

“Seperti dalam Muhammadiyah, melaksankan qunut itu tidak haram. Dalam NU, tidak qunut pun tidak dikatakan batal shalatnya. Jadi bisa (bersatu) dalam hal ini apalagi antara NU dan Muhammadiyah. Dan saya tidak melihat sama sekali suatu alasan untuk menjadikan itu halangan menikah” tutur cendekiawan muslim tersebut dalam video yang berdurasi 3-4 menit itu.

Malahan hal tersebut bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi anak-anak kelak dalam mengenal perbedaan pendapat dalam Islam. Mereka bisa mempelajari masing-masing dari harakah tersebut.

Dewasa ini, banyak pula keluarga yang memiliki dua tradisi. Mungkin ibu dari keluarga Muhammadiyah dan ayah warga NU. tapi hal tersebut tidak membuat sang anak antipati kepada kedua harakah tersebut. Malahan sang anak bisa mengenal, hakikat keduanya dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tersebut bisa menjadi sebuah diskusi keluarga yang ringan dalam obrolan keluarga.

Baca Juga :  Fatwa Syekh al-Azhar dan Nasib Pegawai Alexis

Wallahu’alam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here