Nikah Batal, Bolehkah Bawaan Seserahan Tunangan Diminta Kembali?

0
797

BincangSyariah.Com – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan seserahan dengan ‘upacara penyerahan sesuatu sebagai tanda ikatan untuk kedua calon pengantin’. . Tidak hanya saat menjelang pernikahan, terkadang seserahan saat tunangan juga kerap disediakan oleh calon mempelai pria. Seandainya pasangan calon suami dan istri itu belum berjodoh, alias pertunangan keduanya tidak sampai pada jenjang pernikahan, bolehkah calon mempelai pria meminta kembali seserahan tersebut?

Syekh Sulaiman dalam Futūḥāt al-Wahhāb bi Taudīḥ Syarḥ Manhaj al-Ṭullāb atau yang dikenal dengan Ḥāsyiyah al-Jamal menjelaskan demikian.

عمن خطب امرأة، ثم أنفق عليها نفقة ليتزوجها، فهل له الرجوع بما أنفقه أم لا؟.

Pertanyaan, ada seorang lelaki melamar perempuan, kemudian ia memberikan sesuatu barang berharga untuk calonnya itu demi tujuan menikah dengan calonnya tersebut. Apakah lelaki itu boleh meminta kembali pemberiannya atau tidak?

(فَرْعٌ) لَوْ خَطَبَ امْرَأَةً، ثُمَّ أَرْسَلَ إلَيْهَا أَوْ دَفَعَ إلَيْهَا مَالًا قَبْلَ الْعَقْدِ وَلَمْ يَقْصِدْ التَّبَرُّعَ، ثُمَّ وَقَعَ الْإِعْرَاضُ مِنْهَا أَوْ مِنْهُ رَجَعَ بِمَا وَصَلَهَا مِنْهُ كَمَا أَفَادَهُ كَلَامُ الْبَغَوِيّ وَاعْتَمَدَهُ الْأَذْرَعِيُّ وَنَقَلَهُ الزَّرْكَشِيُّ وَغَيْرُهُ اهـ زي، وَكَذَا لَوْ مَاتَتْ فَلَهُ الرُّجُوعُ عَلَى مَنْ دَفَعَهُ إلَيْهِ بِخِلَافِ مَا لَوْ عَقَدَ وَطَلَّقَ قَبْلَ الدُّخُولِ فَلَا رُجُوعَ؛ لِأَنَّ مَدَارَهُ عَلَى الْعَقْدِ، وَقَدْ حَصَلَ.

Jawaban pertanyaan, jika ada seseorang lelaki melamar perempuan, kemudian ia mengutus orang lain untuk memberikan barang berharga pada calonnya tersebut, atau memberikannya langsung sendiri sebelum terjadinya akad nikah, dan ia tidak berniat untuk bersedekah, dan di kemudian hari terjadi percekcokan dari calon perempuan atau calon lelaki, maka calon lelaki itu boleh mengambil apa yang telah ia berikan pada calon perempuannya, sebagaimana al-Baghawi menjelaskan. Pendapat ini juga dikuatkan oleh al-Adzrai dan al-Zarkasyi, dan ulama lainnya. Hal ini juga bila calon perempuan wafat, maka calon lelaki boleh meminta harta yang telah ia berikan pada ahli waris calon perempuan. Hal ini berbeda bila akad nikah sudah terjadi, dan si pria menalak perempuannya sebelum terjadi jimak, maka ia tidak boleh meminta kembali harta seserahan, karena akad sudah terjadi.

Dari penjelasan di atas, intinya adalah seserahan yang diberikan pada pihak perempuan secara fikih itu bisa diminta kembali apabila pernikahan tidak terwujud. Namun, apabila calon pria merelakan harta seserahan yang sudah diberikan juga lebih baik, karena hal tersebut termasuk bagian dari sedekah. Akan tetapi, calon pria tidak boleh mengungkit-ungkit seserahan yang sudah diberikan pada calon perempuan. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here