Niat Ketika Hendak Memakai Baju Baru

0
4

BincangSyariah.Com – Ketika kita memakai baju, terutama baju atau pakaian baru, maka kita dianjurkan untuk memakainya dengan niat untuk menutup aurat, bersyukur kepada Allah dan untuk menampakkan nikmat Allah. Sebaliknya, kita dilarang memakai baju baru dengan niat menyombongkan diri kepada orang lain.

Dalam kitab Al-Niyyat, Sayid Muhammad bin Alwi bin Umar Al-Idrus menyebutkan bahwa niat ketika hendak memakai baju baru adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ سَتْرَ اْلعَوْرَةِ وَاِظْهَارَ النِّعْمَةِ وَاْلحَمْدَ وَالشُّكْرَ للهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَاْلاِنْكِسَارَ وَالخُضُوْعَ لله وَعَدَمَ التَّكَبُّرِ عَلَى اَحَدٍ مِنَ الخَلْقِ وَاسْتِشْعَارَ اْلحُلَلِ الَّتِيْ يَكْسِيْهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ اَهْلَ الجَنَّةِ

Nawaitu satrol ‘auroti wa ihzharon ni’mati walhmda wasy syukro lillaahi ‘azza wa jalla wal inkisaaro wal khudhuu’a lillaahi wa ‘adamat takabburi ‘alaa ahadin minal kholqi wastisy’aarol hulali allati yaksiihallaahu ‘azza wa jalla ahlal jannati.

Artinya:

Aku berniat menutup aurat, menampakkan nikmat Allah, memuji dan bersyukur kepada Allah, tunduk kepada Allah, dan tidak menyombongkan diri kepada siapapun, dan juga untuk menampakkan pakaian-pakaian yang akan diberikan oleh Allah kepada ahli surga.

Kemudian pada saat memakai baju baru, maka dianjurkan untuk sambil membaca doa berikut;

اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أنْتَ كَسَوْتِنِيهِ أسألُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ ما صُنِعَ لَهُ وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرّ ما صُنِعَ لَهُ

Allohumma lakal hamdu anta kasautiniihi as-aluka khairohuu wa khoiro maa shuni’a lahuu wa a’uudzu bika min syarrihii wa syarri maa shuni’a lahuu.

Ya Allah, hanya kepada-Mu lah segala puji. Engkaulah yang telah memberiku pakaian, aku mohon kepada-Mu kebaikannya (pakaian ini) dan kebaikan yang ada padanya dan aku berlindung dari keburukannya (pakaian ini) dan keburukan yang ada padanya.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here