Ngaji Gus Baha: Tertawa Karena Menyadari Rahmat Allah yang Luas

1
429

BincangSyariah.Com – Bagi kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan K.H Ahmad Bahaudin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan Gus Baha. Beliau merupakan salah satu santri yang alim allamah didikan K.H Maimun Zubair yang telah wafat kurang lebih setahun yang lalu.

Meskipun pengajian beliau yang tersebar di media sosial mayoritas hanya berupa audio, karena memang beliau tidak punya tim media khusus, akan tetapi ceramah-ceramah beliau sangat mudah ditemui di media sosial. Survei terbaru yang dilakukan oleh Alvara Research Center menunjukkan bahwa ceramah beliau menempati urutan kedua paling banyak diikuti oleh publik selama bulan Ramadhan tahun ini.

Mayoritas ceramah beliau yang tersebar luas di media daring merupakan rekaman beliau ketika mengajar rutin di Yogyakarta. Dalam salah satu pengajian beliau yaitu pengajian kitab Tafsir Jalalain surat Luqman ayat 12, beliau menerangkan akan pentingnya syukur.

“Saya (bermaksud) bukan sombong, saya sendiri itu terkadang muram dan menggaruk-garuk karena gatal, (seketika) itu (saya) langsung istighfar. Betapa malunya saya, saya di kerajaan (kekuasan) Allah, kok seolah-olah terlihat tidak menerima kehendaknya Allah” tutur Gus Baha.

Beliau mengungkapkan bahwa beliau juga sering mendapatkan kabar yang terkadang membuat beliau merasa agak susah, tapi seketika itu beliau merasa malu karena tidak ikhlas atas apa yang dikehendaki Allah SWT. Bagi beliau sudah selaknya seorang mukmin selalu bahagia atas nikmat dari Allah SWT.

Beliau mempunyai pegangana hidup, bahkan kita sering dengar ceramah beliau yang penuh canda tawa. Mengapa demikian? beliau mengutipp makalah dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karangan  Imam al-Ghazali yang menyebutkan bahwa salah satu umat pilihan Rasulullah SAW ada mereka yang tertawa karena menyadari rahmat Allah yang luas,

إن من خيار أمتي قوماً يضحكون جهراً من سعة رحمة الله ويبكون سراً من خوف عذابه

“Sesungguhnya salah satu kaum pilihan dari umatku (Rasulullah) adalah mereka yang tertawa di depan umum karena luasnya rahmat Allah dan menangis saat menyendiri karena takut akan siksanya Allah.”

Ketika orang sedang mempunyai banyak harta atau pun tidak punya harta, bagai beliau semuanya punya masih layak untuk bersyukur kepada Allah SWT.

“Kata Sufyan as-Tsauri, ketika harta dijauhkan dari (kehidupan) kamu, maksudnya kamu tidak punya harta (banyak). Sebetulnya ini meringankan ujian anda”, ungkap Gus Baha.

Menurut Gus baha dengan mengutip perkataan Sufyan as-Tsauri, orang miskin atau tidak punya harta sebenarnya juga perlu bersyukur. Karena godaan dan pertanggungjawaban orang yang banyak harta di hadapan Allah SWT lebih berat daripada orang yang tidak punya harta banyak. Karena orang yang tidak punya harta bisa beryukur kepada Allah SWT. Kemudian ada orang kaya yang bertanya kepada Sufyan as-Tsauri, karena malah iri kepada orang miskin tadi.

“Lalu bagaimana jika saya sudah punya banyak harta, bagaimana cara bersyukur?”, ungkap orang tadi.

Kemudian Sufyan as-Tsauri menjawab bahwa orang yang kaya juga harus tetap bersyukur, karena bagaimana pun dia secara zahir punya nikmat harta lebih banyak dari orang yang lebih miskin darinya.

Gus Baha mencertikan bahwa ulama zaman dulu itu selalu bersyukur cukup dengan status mereka sebagai hamba Allah SWT dan memiliki tuhan yaitu Allah SWT. Ada sebuah rahasia yang diceritakan beliau mengapa Sayyidina Ali menjadi wali besar, yaitu karena Sayyidina Ali mempunyai amalan yang dilakukan di malam hari dan kalimat yang beliau ucapkan tidak akan mampu ditandingi orang lain yang mempunyai derajat sama seperti beliau. Amalan tadi berupa dzikir yang terdiri dari tiga kalimat

يا رب كفاني عزا أن تكون لي ربًا، وكفاني فخرا أن أكون لك عبدًا، أنت لي كما أحب، فوفقني لما تحب يارب

“Ya Tuhan, cukupkah bagi Saya untuk menjadi mulia karena Engkau adalah Tuhan bagi saya dan cukuplah  bagi Saya menjadi bangga karena Saya adalah hamba Engkau. Engkau adalah seperti dzar yang Saya cintai , maka dekatkanlah saya dengan hal-hal yang Engkau cintai.” Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here