Ngaji al-Hikam: Tanda-tanda Kesuksesan Menurut Sufi

1
202

BincangSyariah.Com — Bagi sebagian kalangan, kategori orang yang dikatakan sukses diukur ketika ia telah mendapatkan pekerjaan yang baik dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Kadang juga kategorinya adalah kepemilikan pasangan dan anak yang baik.

Namun demikian, hal ini berbeda dengan apa yang kemudian dikatakan oleh Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari (w. 709 H) dalam kitabnya al-Hikam. Salam satu perkataannya adalah tentang tanda-tanda kesuksesan,

                                    مِنْ عَلَامَاتِ النَّجاحِ فِيْ النَّهَايَاتِ الرُّجُوْعِ إِلَى اللّهِ فِي البِدَايَاتِ

“Di antara tanda-tanda kesuksesan akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah Swt. pada permulaannya”

Sebagai lanjutan dari redaksi di atas, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari kemudian mengatakan:

مَنْ أَشْرَقَتْ بِدَايَتُهُ أَشْرَقَتْ نِهَايَتُهُ

“Barang siapa yang awalnya bersinar maka akhirnya juga akan bersinar”

Artinya, sebagaimana tercantum dalam kedua redaksi di atas, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari memberikan sebuah peringatan keras kepada setiap manusia untuk senantiasa melandaskan berbagai kegiatan kepada nash-nash Al-Qur’an dan juga hadist Nabi Saw. Sebab menurutnya, jikalau semenjak awal sudah berlandaskan kepada Al-Qur’an dan juga hadist, maka ia akan dengan sangat mudah untuk kembali kepada Allah Swt.

Sebaliknya, jika sedari awal seseorang melakukan berbagai kegiatan tidak berlandaskan kepada apa yang diwajibkan-Nya serta apa yang terkandung dalam sunnah Nabi Saw., maka yang didapatkan sebenarnya tidak lebih dari kehampaan.

Ini adalah sebuah keniscayaan. Sebagai perumpamaan atas kedua redaksi tersebut, mudahnya ketika kita sedang menekuni dalam bidang bisnis misalnya, dan secara keseluruhan apa yang kita lakukan itu berlandaskan kepada aturan-Nya, diantaranya jujur (dalam bentuk misalnya tidak menambah atau mengurangi timbangan), senantiasa bersikap jujur, maka hasilnya akan dinaungi limpahan keberkahan dari-Nya.

Baca Juga :  Zakatnya Anggota Tubuh Menurut Imam Al-Ghazali

Jika sudah demikian, menurut Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari, kita akan menjalani kehidupan ini dengan dihindarkan dari rasa susah. Segala lika-liku kehidupan akan terasa mudah sampai kita mampu mengembalikan segala sesuatu kepada Allah Swt. Jika melakukan hal demikian barulah seseorang dikatakan telah sukses menurut para sufi. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang demikian. Wallahu A’lam. 

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Sebagaimana yang sering kita saksikan, para pengikut tarekat melaksanakan zikir nafi itsbat “laailaha illallah” dengan cara duduk sambil menggelengkan kepala, ada pula yang melakukan zikir dengan cara berdiri sambil menggelengkan kepala dan menggerakkan tubuh. Bahkan dalam tarekat Maulawiyyah yang didirikan oleh Maulana Jalaluddin ar-Rumi, zikir dilakukan sambil terus menari. (Baca: Ngaji al-Hikam: Tanda-tanda Kesuksesan Menurut Sufi) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here