Ngaji al-Hikam: Ketika Allah Membukakan Pintu Kemesraan-Nya

0
8

BincangSyariah.Com – Manusia, sebagai makhluk sosial, tentu tidak dapat dipisahkan dari kegiatan berkumpul, berinteraksi dan saling tolong-menolong antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Keterbasan yang dimiliki setiap manusialah yang menjadikannya demikian. Dan ini sudah barang tentu semacam menjadi fitrah-Nya.

Berkumpul, berinteraksi dan saling tolong-menolong dengan sesama manusia memang sangat menyenangkan di satu sisi. Ya, sangat menyenangkan. Selain kita dapat mempererat tali silahturahmi, menyambung relasi, sebagaimana pernah disampaikan Nabi Muhammad Saw. bahwa pada momen-momen yang demikian, juga dapat mendatangkan pintu rezeki bagi setiap manusia.

Namun demikian, di sisi yang lainnya, kegiatan yang demikian juga tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal yang sangat tidak menyenangkan yang terselip di dalamnya. Misalnya, tentu kita seringkali menjumpai mereka melakukan sesuatu yang sebenarnya bertentang dengan ideologi atau norma-norma yang kita pahami.

Akhirnya, mau ataupun tidak, secara naluriah kita akan berusaha untuk menjauhi mereka karena muncul anggapan bahwa mereka tidak pernah mendukung sesuatu yang kita kerjakan atau bahkan sebaliknya mereka yang justru akan menjauhi kita karena muncul anggapan bahwa kita senantiasa menghalangi apa yang selalu mereka kerjakan.

Pada situasi yang semacam ini, Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari (w. 705 H)—Allah Yarham—dalam kitabnya al-Hikam memberikan nasihat yang penting untuk kiranya dapat kita renungkan bersama. Ia menuturkan bahwa:  

مَتَى أَوْحَشَكَ مِنْ خَلْقِهِ فَا عْلَمْ أَنَّهُ يُرِيْدُ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الْأُنْسِ بِهِ

“Ketika engkau merasa bosan dengan makhluk Allah Swt. maka ketahuilah bahwa Dia ingin membukakan pintu kemesraan bersama-Nya”.

Melalui nasihat tersebut, kiranya ada satu hal yang perlu kita renungkan. Bahwa di saat kita telah sampai pada titik di mana terdapat sebuah masalah antara kita dengan manusia yang lainnya, di saat yang bersamaan, pada dasarnya Allah Swt. sedang membukakan pintu kemesraan-Nya untuk kita.

Baca Juga :  Ngaji al-Hikam: Bertemanlah dengan Orang yang Lebih Baik dari Kita

Ini adalah bentuk kerinduan Allah Swt. kepada setiap hamba-Nya. Kembalilah kepada Allah Swt. dan janganlah terlalu memperdulikan mengenai hal-hal yang dilakukan oleh mereka. Manfaatkanlah sebaik mungkin kesempatan yang demikian.

Yakni saat-saat di mana Allah Swt. membukakan pintu kemesraan-Nya untuk kita agar kita dapat berkhalwat kepada-Nya serta mendapatkan limpahan Cahaya-Nya. Wallahu’alam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here