Ngaji al-Hikam: Jangan Kebanyakan Berkhayal!

0
47

BincangSyariah.Com—Sebagai seorang manusia, mempunyai banyak keinginan merupakan sesuatu yang wajar dan sah-sah saja. Hal terdekat, mungkin kita sering mendapati seorang miskin menginginkan untuk menjadi seorang yang kaya dan dapat memperbaiki taraf kehidupan sehari-hari, mendapatkan pendamping hidup yang sesuai dengan keinginan kita, dapat menyelesaikan segala persoalan hidup, ketika sakit ingin segera sembuh. Dan semua sikap tersebut sah-sah saja dimiliki oleh setiap manusia.

Namun, hal tersebut menjadi tidak wajar dan tidak sah-sah saja ketika hanya terbatas dalam khayalan-khayalan belaka tanpa melakukan berbagai tindakan untuk mencapainya.

Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari (709 H)—Allah Yarham—dalam kitabnya al-Hikam memberikan pesan yang menohok terkait jangan kebanyakan berkhayal. Menurutnya:

الرُّجَاءُ مَا قَارَنَهُ عَمَلٌ وَإِالَّا فَهُوَ أُمْنِيَّةٌ

“Harapan adalah sesuatu yang diikuti oleh amalan. Jikalau tidak maka ia hanyalah khayalan” (Baca: Ngaji al-Hikam: Penentu Sedikit atau Banyak Amalan Manusia)

Berangkat dari redaksi di atas, Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari memberikan pesan bahwa penyakit yang paling berbahaya yang ada di dunia ini bagi setiap orang yang ingin berhasil dalam segala hal adalah khayalan yang dengannya tidak disertai dengan aksi untuk mewujudkannya.

Ada berapa banyak manusia di muka bumi ini yang memipikan hal-hal yang besar, agung, dan sejahtera, namun tidak dengan aksi-aksi nyatanya? Itu semua, menurut Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, hanyalah cita-cita yang hanya berada dalam penjara angan-angan belaka. Itu semua sia-sia.

Bahkan lebih dari itu, ketika setiap manusia memiliki banyak keinginan, kemudian hanya berhenti pada tahapan duduk-duduk merenung tanpa mengerjakan sesuatu untuk mencapainya, hal tersebut tidak ada gunanya, dan menurut Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, orang-orang yang demikian termasuk dalam golongan orang-orang yang bejat dan tidak sama sekali menggunakan akal yang telah diberikan-Nya.

Baca Juga :  Agar Hati Tidak Mati, Raihlah Hal Ini

Sebab, jikalau akal yang telah diberikan-Nya kita gunakan dengan semaksimal mungkin, tentu kita tidak akan terjebak dalam mimpi-mimpi kosong yang justru akan menjerumuskan kita ke dalam ruang kehampaan belaka.

Maka, ketika kita menginginkan untuk menjadi orang kaya, kita harus berusaha untuk mencari pekerjaan—tentunya pekerjaan yang diridhai-Nya—, jika kita menngingkan pendamping hidup yang sesuai dengan keinginan kita, maka pantaskan diri kita lalu nyatakan kepadanya, jika kita sakit, kita tidak cukup hanya berdiam diri, datanglah ke orang-orang atau lembaga yang dianggap mampu untuk membantu untuk menyembuhkannya.

Padi di sawah tidak akan tumbuh, kecuali ia harus ditanam, dipupuk, dan dirawat dengan sebaik mungkin. Ingatlah, kata Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, berharaplah dan bermimpilah setinggi mungkin, namun setelah itu lakukanlah hal-hal yang bertujuan untuk mencapainya. Ingat! Jangan kebanyakan berkhayal tanpa aksi. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here