Ngaji al-Hikam: Inilah Sahabat Sejati yang Sebenarnya

0
32

BincangSyariah.Com – Setiap manusia sejatinya memang tidak ada yang dapat untuk hidup sendiri. Ia senantiasa membutuhkan pertolongan dari luar dirinya. Ia senantiasa membutuhkan tempat untuk berlabuh dan sahabat sejati dalam membebaskan beban hidupnya. Dan begitulah fitrahnya.

Pelarian atas ini, tentu saja keberpemilikan teman ataupun sahabat. Dengannya, kita tentu dapat mencurahkan segala apa yang sedang kita rasakan, baik dalam suka maupun duka.

Namun, apakah sebenarnya kita dalam menentukan teman atau sahabat sejati tersebut telah tepat? Dan apakah mereka, yang selama ini kita anggap teman atau sahabat merupakan

Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari (w. 709 H)—Allah Yarham—dalam kitabnya al-Hikam memberikan nasihat penting ihwal kriteria sahabat sejati yang sebenarnya yang justru seringkali tidak kita sadari. Ia memulai dengan menyebutkan:

مَاصَحِبَكَ إِلَّا مَنْ صَحِبَكَ وَهُوَ بِعَيْبِكَ عَلِيْمٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ إِلَّا مَوْلَا كَ الْكَرِيْمٌ خَيْرُ مَنْ تَصْحَبُ مَنْ يَطْلُبُكَ لَا لِشَيْء يَعُوْدُ مِنْكَ إِلَيْهِ

“Tidak ada seorang pun yang bisa disebut sahabat sejati Anda kecuali orang-orang yang setia menemani Anda dan mengetahui aib Anda. Dan itu tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Penguasa Anda Yang Maha Mulia. Sebaik-baik orang yang engkau temani adalah seorang seseorang yang mengharapkan Anda, bukan karena sesuatu yang akan diperolehnya dari Anda”

Berangkat dari apa yang kemudian telah dijelaskan oleh Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari di atas, tentu saja ada hal yang justru seringkali tidak kita sadari.

Disadari ataupun tidak, mereka, yang selama ini kita anggap sebagai sahabat sejati akan meninggalkan kita ketika mereka tidak benar-benar mendapatkan apa yang menjadi keinginannya di kemudian hari.

Hubungan kita dengan mereka para teman ataupun sahabat kita hanyalah terjalin dalam sikap yang pragmatis, yakni hubungan materi ataupun spiritual.

Bahwa kriteria teman atau sahabat sejati itu tidak pernah benar-benar ada yang mampu memerankannya kecuali Allah Swt. Hanyalah Allah Swt. yang mampu memerankan sosok sahabat sejati dengan tidak meninggalkan kita ketika dalam keadaan terpuruk dan seringkali menutupi aib keburukan kita.

Bahkan Ia senantiasa mengawasi dan mencurahkan segala rezeki dan karunia-Nya kepada kita meskipun dalam kita dalam keadaan kufur sekalipun. Kasih sayang-Nya tidak akan pernah terputus.

Dan itulah sebenarnya teman sejati kita, yang tentu saja akan membuat kita senantiasa merasa senang dan bahagia berada di sisi-Nya. Maka, dengan mengembalikan segala sesuatu kepada-Nya, niscaya kehidupan kita akan bahagia. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here