Ngaji al-Hikam: Ini Akibat Jika Menjadi Budak Materi

0
16

BincangSyariah.Com—Sebagai seorang manusia biasa, dalam menjalani siklus berkehidupan sehari-hari, tentu kita tidak dapat dilepaskan dari persoalan materi atau harta. Ini adalah sebuah hal yang sangatlah wajar saja asalkan tidak melebihi batas kewajaran. Dan tentu saja, persoalan tersebut harus disesuaikan dengan koridor norma keagamaan yang telah ditetapkan-Nya.

Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari (w. 705 H)—Allah Yarham—dalam kitabnya al-Hikam, bahwa ada bahaya mengintai kita apabila berlebihan dalam memiliki hasrat materi, terlebih apabila sampai menjadi budak materi tersebut. Dan dengan Rahman serta Rahim-Nya, seluruh bahaya tersebut telah dipersiapkan dengan rapih oleh Allah SWT penagkalnya. Ia memulai penjelasan akan persoalan ini dengan menyebutkan:

أًوْرَدَعَلَيْكَ الْوَارِدَ ليَتَسَمَكَ منْ يَدِ الأَ غْيَارِ وَليُحَرِّرَكَ مِنْ رِقِّ الْاَثَارِ

Allah SWT memberikan limpahan spiritual kepada anda agar Dia bisa menyelamatkan anda dari cengkraman yang lain, dan membebaskan anda dari perbudakan materi

Pada tahapan selanjutnya, kiranya kita perlu memahami terlebih dahulu mengenai konsepsi Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari mengenai bahaya yang akan ditimbulkan dari sikap yang berlebihan dalam bidang materi. (Baca: Baca Zikiran Ini pada Pertengahan Malam Agar Dipenuhi Kebutuhan Duniawi dan Akhirat)

Ia menyebutkan bahwa sikap takjub dan keterlenaan yang berlebihan terhadap materi justru akan membawa kita kepada sebuah jurang yang dalam tanpa disertai cahaya, meskipun hanya setitik saja. Sehingga, hati kita akan menjadi gelap gulita.

Setelah hati kita menjadi gelap gulita, kata Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, kita akan sampai pada tahapan di mana kita tidak akan mampu lagi untuk menangkap sinyal kebenaran. Ibarat kata, kita adalah seorang buta yang berjalan di tengah gelapan tanpa ada satu pun orang lain yang membantu untuk melewati kegelapan tersebut hingga kita sampai pada tujuan kita.

Baca Juga :  Apa Azab Kubur Bagi Orang yang Melalaikan Shalat?

Oleh karena itu, kiranya mengenai persoalan materi, kita perlu menyikapinya dengan penuh rasa berkecukupan. Tidak perlu memiliki hasrat yang berlebih terkait materi jika hal tersebut justru akan menjerumuskan kita pada jurang kegelapan.

Allah SWT telah melimpahkan limpahan spiritual kepada kita agar terbebas dari cengkraman yang lainnya, terutama hanya persoalan materi. Perhatikanlah, bahwa betapa besarnya karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Kita telah diberikan sarana oleh Allah SWT melalui beragam anjurannya dalam Al-Qur’an maupun sumber keagamaan yang lainnya agar dapat lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya. Inilah, kata Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, nikmat yang sangat luar biasa yang tidak ada bandingannya dengan apapun di dunia ini. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang mensyukuri segala anugerah yang diberikan-Nya dan tidak mengufurinya. Wallahu’alam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here