Ngaji al-Hikam: Cara Meringankan Pedihnya Musibah

0
28

BincangSyariah.Com – Setiap manusia yang hidup sudah barang tentu pernah merasakan musibah. Baik itu berupa kehilangan harta benda, kehilangan orang-orang terdekat, tertipu oleh orang lain, tidak di terima di tempat kerja ataupun pendidikan yang kita mau, tertimpa benca alam, dan musibah-musibah yang lain, yang mungkin jauh lebih berat dari apa yang telah disampaikan di atas.

Pada situasi yang demikian, secara psikologis, tentu kita akan merasakan ketertekanan yang luar biasa. Seolah-olah kita sedang berada di dalam jurang yang dalam, gelap, dan tidak ada lagi tangga yang mampu untuk membawa kita untuk naik lagi ke permukaan, menemukan sebercah cahaya dan bala bantuan.

Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari (w. 709 H)—Allah Yahrham—, dalam kitabnya al-Hikam memberikan nasihat yang penting kepada setiap manusia, terutama kepada setiap yang saat ini sedang tertimpa musibah, atau sedang tertimpa bencana apapun itu bentuknya agar dapat dengan mudah menghadapinya dan tidak merasa selalu terpuruk. Ia memulai nasihat ini dengan menyatakan sebagai berikut:

لِيُخَفِّفْ أَلَمُ الْبَلَاءِ عَلَيْكَ عِلْمُكَ بِأَنَّهُ سُبْحَانَهُ هُوَ الْمُبْلِي لَكَ فَالَّذِي وَاجَهَتْكَ مِنْهُ الْأَقْدَا رُ هُوَ الَّذِي عَوَّدَكَ حُسْنَ الْاِخْتِيَارِ

“Agar Anda bisa meringankan derita musibah yang sedang menimpa maka hendaklah engkau mengetahui bahwa Allah Swt. adalah Dzat yang menguji Anda. Dzat yang mengarahkan Anda menghadapi berbagai takdir adalah Dzat yang membiasakan Anda untuk selalu mengambil pilihan yang terbaik”.

Mulanya, sebagaimana dikatakan Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari di atas, untuk meringankan rasa pedih ketika sebuah musibah dan ataupun bencana yang datang menghampiri kita, hal yang harus dilakukan untuk pertama kalinya adalah kita harus sadar dan paham bahwa segala musibah dan bencana yang hadir merupakan saat-saat di mana pada dasarnya Allah Swt. sedang menguji kita.

Pengetahuan dan pemahaman mengenai segala musibah dan bencana merupakan ujian yang Allah Swt. berikan kepada kita akan mengantarkan kepada titik bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana. Setiap ketetapan-Nya pasti mengandung beragam hikmah dan maslahat bagi hamba-Nya.

Sebagai seorang hamba, hak mutlak yang kita miliki hanyalah menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Yakinlah bahwa tidak ada satu pun ketetapan-Nya yang bertujuan untuk menyiksa dan merugikan kita. Ketahuilah, Dzat yang menetapkan kita untuk menghadapi berbagai ketentuan-Nya adalah Dzat yang juga menuntun kita dalam mengambil pilihan terbaik.

Dan bukankah Dzat itu senantiasa mengajarkan kita untuk menghadapi segala keburukan dengan kesabaran sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah [2]: 153? Dan bukankah Dzat itu juga mengajarkan kepada kita bahwa selepas kesulitan, musibah, dan ataupun bencana, yakinlah bahwa pasti ada kemudahan, nikmat, dan beragam hikmah yang menanti di depan kita sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Insyirah [94]: 5-6?.

Wallahu’alam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here