Ngaji al-Hikam: Bertemanlah dengan Orang yang Lebih Baik dari Kita

0
108

BincangSyariah.Com — Sebagaimana sudah menjadi takdir-Nya, manusia itu memang diciptakan oleh-Nya sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari keterpengaruhan dan ataupun ketergantungan dengan manusia yang lainnya. Karenanya, manusia senantiasa dituntut untuk saling bahu-membahu antara satu sama lainnya agar hidup hidup senantiasa menjadi ringan.

Namun demikian, dalam menentukan seseorang yang akan dijadikan sebagai teman, kita harus berhati-hati. Jangan sembarangan. Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari (w. 709 H) dalam kitabnya ­al-Hikam pun turut memberikan nasehat akan hal ini dengan mengatakan,

 لَاتَصْحَبُ مَنْ لَا يَنْهَضٌكَ حَالُهُ وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللّه مَقَالُهُ

“Janganlah bersahabat dengan orang yang kondisinya tidak membangkitkan semangat anda dan perkataannya tidak mengantarkan anda menuju Allah Swt.”

Syekh Ibn Atha’illah as-Sakandari juga memberikan keterangan tentang dua golongan manusia yang seyogianya tidak perlu untuk kita jadikan sebagai teman.

Pertama, manusia yang dalam setiap pembicaraannya terlalu banyak gurauan yang dengannya tidak mengantarkan kita kepada-Nya. Kedua, golongan manusia yang dengannya banyak keluar perkataan yang hanya memusatkan perhatian kepada harta, tahta, dan wanita, serta hal yang bersifat keduniawian lainnya.

Sebab, jikalau kedua golongan ini tetap kita jadikannya sebagai teman, justru akan menggiring kita ke dalam jalan-jalan yang dapat menjauhkan kita kepada-nya. Berteman denganya, menurut Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari adalah sebuah tindakan yang mengandung kesia-siaan. Tidak ada gunanya sama sekali. Dan bahkan sangatlah merugikan.

Misalnya, saat kita sedang mengalami kesulitan dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari, jika kita berteman dengan orang yang baik, sudah barang tentu kita akan diarahkan kepada hal-hal yang sesuai dengan tuntunan-Nya. Kita akan diberi anjuran untuk senantiasa bersabar, berdoa, dan berusaha keras untuk memenuhinya. Bahkan tidak jarang melaluinya, rezeki dari-Nya akan turun membantu kita.

Baca Juga :  Hukum Berpuasa Setengah Hari bagi Anak Kecil

Sebaliknya, jika kita berteman dengan orang yang belum atau bahkan tidak baik, justru kita akan diarahkan untuk menempuh jalur-jalur yang dilarang oleh-Nya, mulai dari didorong untuk berbuat curang, menaikan harga yang tidak sesuai—jika kita seorang pedagang—, mencuri, korupsi, atau bahkan merampok.

Sebagai perumpamaan, mungkin bagi sebagian kalangan, sanglatlah tidak asing lagi jika mendengarkan sebuah istilah masa lampau yang menyebutkan bahwa jika kita berteman dengan pedagang minyak wangi, maka paling tidak kita akan tertempel bau wanginya. Pun sebaliknya, jika kita berteman dengan pekerja pandai besi, tentu wewangian asap khas bakaran besi sangat kental tercium di pakaian kita. Semoga bisa menjadi ibrah bagi kita semua. Wallahu A’lam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here