Nasehat Ketika Ada Tokoh Meninggal

0
258

BincangSyariah.Com – Ketika ada tokoh dan ulama panutan umat meninggal, tentu kita merasakan kesedihan dan kehilangan yang mendalam. Bahkan kadang kita serasa tidak rela ditinggal oleh mereka karena kita masih sangat membutuhkan mereka untuk membimbing dan mengayomi hidup kita. Tak heran, ketika kita mendengar kabar mengenai kewafatan mereka, kita kadang terpukul karena merasa kehilangan pembimbing dan panutan.

Hal seperti itulah yang dialami oleh Sayidina Umar ketika mendengar mengenai kewafatan Nabi Saw. Beliau tidak rela dan terpukul mengenai peristiwa kewafatan Nabi Saw. Beliau tidak siap ditinggal oleh Nabi Saw sehingga menimbulkan rasa frustasi pada dirinya. Dalam keadaan beliau frustasi tersebut, Sayidina Abu Bakar memberikan optimisme dan pencerahan kepada para sahabat, terutama Sayidina Umar. Abu Bakar berkata;

مَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا، فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللهَ، فَإِنَّ اللهَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ

Siapa yang menyembah Muhammad, sungguh Muhammad telah wafat. Siapa yang menyembah Allah, ketahuilah bahwa Allah zat yang hidup dan tidak akan mati.

Tentunya nasehat Abu Bakar tersebut perlu dijadikan pegangan sebagai nasehat pada diri kita sendiri ketika kita kehilangan tokoh, guru dan ulama yang dijadikan panutan oleh kita. Betapapun kita berduka, kita harus sadar bahwa hal itu sudah kehendak Allah dan merupakan ketentuanNya yang tidak bisa dirubah.

Selain itu, kita harus memberikan optimisme kepada masyarakat dan mengimbau mereka untuk tetap tenang dengan harapan mereka mendapatkan tokoh dan guru panutan yang baru. Kita perlu menasehati mereka sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Imam Jarir bin Abdillah pada saat Mughirah bin Syu’bah meninggal. Imam Jarir berkata;

عَلَيْكُمْ بِاتِّقَاءِ اللهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَالوَقَارِ وَالسَّكِيْنَةِ حَتَّى يَأْتِيَكُمْ أَمِيْرٌ

Baca Juga :  Tidur dalam Keadaan Berwudhu, Apa Faidahnya?

Kalian wajib bertakwa kepada Allah yang maha esa, tiada sekutu baginya, dan wajib tenang dan tenteram sehingga datang pemimpin baru bagi kalian.

Demikian nasehat-nasehat yang telah dicontohkan oleh para sahabat Nabi Saw ketika ada satu tokoh panutan yang meninggal. Yaitu tetap bersikap optimis, tenang, tentram, tidak larut dalam kesedihan, dan tentunya kita harus meneladani tokoh tersebut sembari menyambut tokoh panutan yang baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here