Nama-Nama Buruk yang Rasulullah Ubah

0
140

BincangSyariah.Com – Dalam artikel tentang riwayat-riwayat Rasulullah Saw. tentang sikap optimisnya, salah satu cirinya adalah ia bahkan mewujudkannya pada tingkat merubah nama orang yang mengandung makna yang buruk. Seperti dikisahkan tentang tiga orang pemerah susu unta yang hendak memerah susu unta untuk Rasulullah. Tiga orang itu bernama Murrah (murung); Jamrah (bara api); dan Ya’isy (kehidupan). Ya’isy yang dipersilahkan untuk memerah susu unta untuk Rasulullah Saw.

Selain dari cerita diatas, ada riwayat-riwayat lain yang menyebutkan kalau Rasulullah Saw. merubah nama seseorang akibat nama itu buruk; atau nama itu sangat mirip dengan nama dirinya sendiri. Kata Abu al-‘Abbas Syihabuddin al-Qalqasyandi (1355 – 1418 M) mengatakan tentang nama-nama orang Arab,

غالب أسماء العرب منقولة عما يدور في خزانة خيالهم مما يخالطونه ويجاورونه

kebanyakan nama-nama orang Arab, berkisar dari apa yang ada dalam alam pikiran mereka yang bersumber dari interaksi mereka dengan objek di sekiatarnya. 

Berikut ini adalah diantara nama-nama buruk yang Rasulullah kemudian rubah,

Qalil (Sedikit)

Ini seperti disebutkan diantaranya dalam kitab Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi,

وَقالَ نافِعٌ: إِنَّ رَجُلًا كانَ اسْمُهُ قَلِيلًا فَسَمّاهُ ]الرَّسُولُ[ كَثِيرًا، وَهُوَ كَثِيرُ بْنُ الصَّلْتِ

Nafi’ berkata: “sesungguhnya ada seorang laki-laki dulu bernama Qalil, kemudian Rasulullah Saw. mengganti namanya menjadi Katsir (banyak). Laki-laki itu adalah Katsir bin as-Shalt.”

Aswad (Hitam)

 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السّاعِدِيِّ، قالَ:كانَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحابِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلامُ يُسَمَّى أَسْوَدَ فَسَمّاهُ رَسُولُ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ أَبْيَضَ

Dari Sahl bin Sa’d as-Saa’idi ia berkata: “Ada seorang dari sahabat Nabi Saw. dulu dinamai dengan nama Aswad (hitam). Lalu Rasulullah Saw. mengganti namanya menjadi Abyadh (putih).”

Al-‘Aash/al-‘Aashiyah (Pembangkang/Pelaku Maksiat)

Baca Juga :  Peran Penting “Nama” dalam Ekonomi Syariah

عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نافِعٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ غَيَّرَ اسْمَ أُمِّ عاصِمٍ، وَكانَ اسْمُها عاصِيةَ، فَقالَ: بَلْ أَنْتِ جَمِيلةُ

“Dari ‘Ubaidullah bin ‘Umar, dari Nafi’, bahwasanya Rasulullah Saw. pernah merubah nama Ummu ‘Ashim (salah seorang istri Umar bin Khattab). Dahulu namanya ‘Aashiyah. Lalu Rasulullah Saw. bersabda: “justru kamu itu Jamiilah (indah).”

Hubab

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ قالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيٍّ ابْنِ سَلُولَ: ما اسْمُكَ؟ فَقالَ: حُبابٌ. فَقالَ رَسُولُ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ: إِنَّ حُبابًا اسْمُ شَيْطانٍ، وَلَكِنِ اسْمُكَ عَبْدُ اللَّهِ.

Dari Muhammad bin al-Munkadar, bahwasanya Rasulullah Saw. berkata kepada Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul, “namanu siapa?” Putra Abdullah bin Ubay itu menjawab: “Hubab.” Rasulullah Saw. lalu berujar: “Hubab itu salah satu nama setan. Namamu itu justru ‘Abdullah (hamba Allah).”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here