Naik Ojek Berduaan dengan Lawan Jenis, Bagaimana Hukumnya?

0
792

BincangSyariah.Com – Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya kehidupan yang semakin mencolok, contohnya transportasi ke daerah yang tidak terjangkau kendaraan umum kini bisa dengan mudah dipesan melalui aplikasi online, seperti ojek online. Namun hal itu menimbulkan permasalahan dalam fikih terkait hukum berboncengan dengan lawan jenis yang bukan muhrim.

Karena seperti yang kita ketahui kebanyakan penikmat jasa ojek online, banyak dari kalangan perempuan yang tentu merasa dipermudah mobilisasi mereka dengan adanya layanan jasa ojek online. Tapi ketika naik ojek tentu saja kita tidak bisa memilih pengemudinya, bisa saja laki-laki atau perempuan. Lalu bagaimana hukumnya naik motor berduaan dengan lawan jenis?

Quraish Shihab dalam sebuah Talk Show terbarunya bersama Najeela Shihab menjawab pertanyaan serupa yang diajukan pada beliau dalam acara tersebut.

Menurut Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, sesuatu yang diharamkan dalam agama Islam berdasarkan dua alasan. Pertama, ada yang diharamkan karena zatnya. Kedua, sesuatu yang diharamkan karena hal tersebut mengantar pada sesuatu yang haram.

Quraish Shihab kemudian memberikan contoh, seperti dalam hukum berzina itu diharam karena zatnya, yaitu memang perbuatan tersebut diharamkan. Sedangkan dalam masalah berduaan dengan lawan jenis, hal itu juga diharamkan. Tetapi karena perbuatan itu bisa mengantar kepada sesuatu yang haram, yaitu zina.

“Contohnya berzina itu haram karena zatnya, sedangkan berduaan itu haram juga tetapi karena dia bisa mengantar kepada sesuatu yang haram seperti zina,”jelas Cendekiawan Islam yang pernah menjadi Menteri Agama itu.

Sehingga menurut beliau dalam kasus berkendara berduaan dengan lawan jenis, atau menggunakan jasa ojek, hal tersebut bisa ditolerir dalam agama kalau tidak ada alternatif yang lain dan itu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Seperti dikatakan dalam ayat berikut

Baca Juga :  Quraish Shihab; Agar Ramadhan Tidak Berlalu Begitu Saja

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya; Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah; 173)

Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here