Nabi Melarang Membakar Perkebunan Saat Perang

0
282

BincangSyariah.Com – Menanam pohon merupakan bagian dari sedekah yang mudah dilakukan siapa pun. Selain dapat dijadikan sebagai tempat berteduh, pohon yang berbuah juga dapat dimanfaatkan buahnya. Bahkan Rasulullah saw. sendiri melarang para sahabat pemimpin perang untuk tidak membabat habis lingkungan yang mereka temui.

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” مَنْ قَتَلَ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا، أَوْ أَحْرَقَ نَخْلًا، أَوْ قَطَعَ شَجَرَةً مُثْمِرَةً، أَوْ ذَبَحَ شَاةً لِإِهَابِهَا لَمْ يَرْجِعْ كَفَافًا رواه أحمد.

Diriwayatkan dari Tsauban, khadim Rasulullah saw. yang mendengar Rasulullah saw. berpesan, “Orang yang membunuh anak kecil, orang tua renta, membakar perkebunan kurma, menebang pohon berbuah, memburu kambing untuk diambil kulitnya itu akan merugikan generasi berikutnya” (HR Ahmad).

Pesan ini Rasulullah saw. sampaikan dalam konteks peperangan. Sekalipun sedang perang melawan musuh, Rasulullah saw. tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Dalam riwayat lain, sahabat Abu Bakar juga berpesan hal yang sama kepada para pemimpin perang di masanya. Syekh al-Muttaqi al-Hindi dalam Kanzul ‘Ammal menjelaskan perintah Abu Bakar tersebut pada para pemimpin perang.

عن ابن عمر أن أبا بكر الصديق بعث يزيد بن أبي سفيان إلى الشام، فمشى معهم نحوا من ميلين، فقيل له: يا خليفة رسول الله لو انصرفت، فقال: لا، إني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من اغبرت قدماه في سبيل الله حرمهما الله على النار، ثم بدا له في الإنصراف إلى المدينة، فقام في الجيش فقال: أوصيكم بتقوى، ولا تعصوا ولا تغلوا ولا تجبنوا، ولا تهدموا بيعة، ولا تغرقوا نخلا ولا تحرقوا زرعا، ولا تجسدوا بهيمة، ولا تقطعوا شجرة مثمرة، ولا تقتلوا شيخا كبيرا ولا صبيا ولا صغيرا ولا امرأة.

Baca Juga :  Cara Menjadi Alim Ulama

Diriwayatkan dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa Abu Bakar mengutus Yazid bin Abu Sufyan memimpin perang ke Syam. Yazid berjalan bersama para prajuritnya sekitar dua mil. Yazid bertanya pada Abu Bakar, “Apakah engkau akan ikut?” “Tidak,” jawab Abu Bakar. “Aku pernah mendengar pesan Rasulullah saw. bahwa siapa yang melangkahkan kakinya untuk berperang di jalan Allah, maka Allah akan mengharamkan ia masuk neraka,” kata Abu Bakar.

Saat sudah berada di Madinah, Abu Bakar berpesan pada balatentara perang, “Aku berwasiat takwa untuk kalian, jangan bermaksiat, jangan melampaui batas, jangan penakut, jangan hancurkan rumah ibadah, jangan hancurkan kebun kurma, jangan bakar perkebunan, jangan membunuh hewan ternak, jangan menebang pohon berbuah, jangan membunuh orang tua renta, anak kecil, balita, dan perempuan.

Di saat perang saja, Nabi dan para sahabat diimbau untuk tidak melakukan perusakan terhadap lingkungan. Tentu di luar perang atau dalam keadaan damai, membakar dan merusak lingkungan itu tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here