Musik Itu Haram atau Halal? Ini Penjelasan Quraish Shihab

2
3196

BincangSyariah.Com – Beberapa musisi yang memutuskan hijrah secara total menjual semua alat-alat musiknya dengan harga murah karena kekhawatiran bahwa alat musik itu haram. Mengenai hal tersebut, Tantri Kotak juga mengungkapkan kekhawatiran serupa dan menanyakan uneg-unegnya itu dalam acara Talk Show Shihab&Shihab beberapa waktu yang lalu.

Sementara menurut Najwa Shihab, dirinya pernah membaca sebuah hadis riwayat Muslim yang mengatakan bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan, dan bukankah seni itu adalah bagian dari keindahan itu sendiri? Pada titik ini, bagaimana hukum musik dan bagaimana posisinya dalam Islam?

Menurut Prof. Quraish Shihab, sebelum masuk dalam hukum haram-halal musik, ada baiknya untuk menelusuri bagaimana konteks asbab nuzul yang melatar belakangi pengharaman musik pada masa Nabi dahulu kala.

Pada masanya, Alquran merupakan karya seni terindah, bahkan sampai saat ini. Sehingga waktu Alquran diturunkan masyakarat Arab ataupun Non Arab terpesona dengan lantunan Alquran yang merdu, membuat hati terenyuh.

Sementara saat itu ada orang-orang yang merasa tidak senang dengan Islam dan ingin mengalihkan masyarakat dari mendengarkan Alquran. “Maka pergilah dia ke Persia membeli buku-buku bagus yang mereka harapkan bisa mengalihkan masyarakat muslim dari Alquran. Ada pula yang mengundang penyanyi-penyanyi,” jelas Guru Besar Tafsir Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah tersebut.

Nah, karena nyanyian itu berpotensi mengalihkan umat dari Alquran maka turunlah ayat berikut

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Artinya; Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang meng­hinakan (Qs. Luqman; 6)

Baca Juga :  Mengkritisi Perumusan Teori Kekhilafahan Imam Al-Mawardi

Menurut penulis Tafsir al-Misbah tersebut, kata lahwun artinya sesuatu yang sia-sia. Sehingga kata lahwun di sini dipahami sebagai sesuatu hal tidak penting yang orang lakukan yang mengakibatkan hal penting terabaikan atau dalam konteks lebih luas  melakukan sesuatu yang penting mengakibatkan perbuatan yang lebih penting terabaikan.

“Intinya di sini. Kalau tidak mengabaikan sesuatu yang penting, tidak melengahkan dari mengingat Allah maka (musik) boleh-boleh saja. Agama itu melarang kalau itu menyita  waktu sedemikian rupa sehingga apa yang penting terabaikan,” ujar Prof Quraish.

Apalagi sudah fitrah manusia menyenangi keindahan, tetapi jangan sampai keindahan yang didengar atau diekspresikannya membuat manusia menyimpang dari fitrahn. Jadi garis merahnya di sini,  musik  boleh selama masih dalam batasan koridor yang dibolehkan Islam.

“Jika konten nyanyiannya membuat seseorang tambah mencintai tanah air, atau membuat hubungan pertemanan erat tidak masalah selama tidak mengantarkan pada hal yang menyimpang dalam Islam, ”kata Prof Quraish lagi.

Sebagai contoh Nabi pernah kehadiran di rumahnya dua penyanyi wanita. Ketika Abu Bakar masuk, ia menghardik penyanyi-penyanyi itu karena menyanyi di rumah Nabi. Kata Nabi, “Biarkan wahai Abu Bakar, sekarang ini hari lebaran silahkan orang menyanyi,” Tapi begitu ada konten dalam nyanyian yang tidak benar, Nabi meluruskannya. Hadis tersebut terdapat dalam riwayat Imam Bukhari.

Sedangkan mengenai statement yang mengatakan bahwa alat musik itu haram, juga perlu diluruskan. Sebab alat itu tidak ada hukumnya, tetapi ketika digunakan disitu ada hukum yang lahir. Konteks pengharaman seruling, karena ketika dipakai membuat orang yang mendengarkan lalai, akan tetapi Nabi Daud pun memainkan seruling tapi itu tidak melalaikannya dari mengingat Allah.

“Bukan alatnya yang dilarang tetapi penggunaannya. Kalau dulu dilarang itu karena digunakan untuk sesuatu yang buruk. Alat tidak ada hukumnya, hemat saya begitu,” tutup Prof Qurash.

2 KOMENTAR

  1. penjelasan mengenai musik haram itu msih jadi polemik dgn rujukan siapa imam dan ulama yg menghalal/mengharamkan musik. tapi menurut saya apa yg dikatakan Quraish Shihab sudah merupakan pencerahan. jadi terimakasih Abi Quraish ☺

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here