Musibah Terbesar pada Manusia yang Jarang Disadari

0
1777

BincangSyariah.Com – Waktu adalah kado terbaik Allah kepada kita sebagai hamba-Nya. Jika tiada lagi waktu yang diberikan, maka kita sudah tak bisa lagi menabung berbagai kebaikan di bumi ini. Namun tak sedikit yang masih belum bisa merasakan keistimewaan waktu, sehinga bisa saja ia melewatkan berbagai waktu dengan tanpa menghasilkan apa-apa. Ia membiarkan kekosongan menghiasi waktunya dan akhirnya terbiasanya dengan waktu yang kosong.  Berbeda dengan seseorang yang memiliki kemampuan mengatur waktu dengan baik. Ia bisa menghargai waktu dengan hal baik yang sudah direncanakannya. Karena baginya, waktu adalah hal yang sangat bernilai. (Agar Dihindarkan dari Musibah, Bacalah Doa Ini)

Begitupun dengan Islam, Islam memandang waktu adalah nikmat tertinggi yang diberikan Allah kepada Manusia. Sehingga barangsiapa yang melewatkan waktu dengan begitu saja, maka dapat dikatakan sebagai sosok yang  mendapatkan musibah paling besar. Petuah bijak dalam kitab Tanbihul Mughtarrin karya Syekh Abdul Wahab Sya’rani mengungkapkan:

من أعظم ما يتلى به العبد الفراغ من اعمال الدنيا والاخرة ولكن لا يشعر به أنه بلاء إلا القليل من الناس

Salah satu musibah yang paling besar yang menimpa manusia adalah kekosongan waktunya dari amal saleh yang bermanfaat untuknya di dunia dan akhirat. Akan tetapi hanya sedikit di antara kalian yang menyadari bahwa itu adalah musibah

Keterangan tersebut menyebutkan bahwa musibah besar yang bisa hadir pada manusia adalah melewatkan waktu dengan kekosongan. Bukankah sepatutnya kita bisa memanfaatkan seefektif dan seefesien mungkin untuk menjalan tugasnya sebagai makhluk Allah di bumi ini? Terlihatnya begitu receh, namun begitulah. Islam menyebutkan bahwa salah satu ciri orang seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang bisa menghargai waktu. Seseorang  memiliki kewajiban untuk mengelola waktunya dengan baik. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan, sebagaimana tersurat dalam surah Al-Furqan ayat 62:

Baca Juga :  Dua Hal yang Membedakan Shalat Idul Fitri dan Shalat Idul Adha

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

Dengan demikian agar tidak terbilang menjadi orang yang mendapatkan musibah yang besar dalam hidup, seyogyanya kita bisa menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Tidak membiarkan waktu berdua saja dengan kekosongan. Dengan bisa mengatur waktu dengan baik, kita bisa mengatur segala aktivitas agar dapat mengerjakan amal shaleh setiap saat. Sebagaimana Tafsir Ibn Katsir menyebutkan bahwa manusia yang yang terhindar dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal-amal yang saleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here