Mukbang dan Hukumnya Dalam Islam

0
8468

BincangSyariah.Com – Mukbang pertama kali trend di Korea pada tahun 2010. Kata mukbang berasal dari kata ‘muk-ja’ yang berarti makan dan ‘bang-song’ yang berarti ‘menyiarkan’. Jadi mukbang adalah adegan makan yang disiarkan secara bebas dan dapat ditonton banyak orang.

Beberapa tahun terakhir mukbang menjadi salah satu siaran youtube yang paling banyak dicari orang. Banyak youtuber dan konten kreator membuat video mukbang yang disiarkan di banyak platform seperti Instagram dan Youtube. Adapun orang yang melakukan siaran mukbang biasanya disebut dengan broadcast jokey atau disingkat BJ. Beberapa BJ Indonesia yang sangat terkenal adalah Tanboykun, Nexcarlos, Magdalena, atau Hari Jisun, salah seorang youtuber Korea yang sering mereview makanan Indonesia, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Umumnya mukbang dilakukan dengan banyak model, tergantung tantangan yang diterima oleh BJ. Misalnya makan dalam jumlah porsi yang sangat banyak, makan makanan super pedas, makan makanan yang aneh seperti ular, atau makan dalam waktu yang sangat cepat.

Dilihat dari tujuannya, konten mukbang ternyata berhasil menggaet jumlah viewer dan subscriber yang cukup fantastis. Untuk akun Tanboykun saja sampai saat ini sudah memiliki total 2.184.844 subscriber dan nex carlos sebanyak 903.093 subscriber. Jumlah yang fantastis ini tentu saja mampu menghasilkan pundi-pundi dolar yang besar untuk setiap iklan yang masuk.

Pada dasarnya Islam tidak melarang seseorang untuk membuat konten mukbang, sebab hukum asal dari makan dan minum adalah boleh atau mubah. Namun ada etika yang perlu diperhatikan dalam syariat Islam.

  1. Jangan lupa membaca doa sebelum dan sesudah mukbang.

Setiap kali akan memulai mukbang seorang BJ dianjurkan untuk membaca doa, demikian pula ketika ia hendak mengakhirinya. Adapun doa yang dimaksud adalah minimal dengan membaca basmalah di awal dan ditutup dengan hamdalah.

Baca Juga :  Bolehkah Shalat di dalam Masjid yang Ada Makamnya?

Ada banyak riwayat yang menyebutkan persoalan ini. Di antaranya adalah kisah ‘Umar bin Abi Salamah berikut:

كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَال لِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ.

‘Umar bin Abi Salamah menceritakan: “Pada waktu kecil aku tinggal bersama Rasulullah Saw, tatkala makan tanganku berputar-putar di antara piring. Kemudian Rasulullah Saw menegurku dan mengatakan, ‘Wahai ‘Umar sebutlah nama Allah -sebelum makan- dan makanlah dengan tangan kananmu….’ Kemudian cara makan seperti itulah yang aku biasakan sampai saat ini.”

Sedangkan bacaan hamdalah pada penghujung makan sesuai dengan riwayat Muslim dan beberapa riwayat lainnya. Berdoa di dalam makan tidak lain dan tidak bukan adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segenap nikmatnya.

  1. Tidak diperkenankan menggunakan tangan kiri.

Dalam Islam makan dengan tangan kiri di anggap seperti cara makan tidak baik. Sebaiknya seorang BJ menghindari makan menggunakan tangan kiri, kecuali jika ia tidak bisa menggunakan tangan kanannya karena alasan tertentu. Nabi Muhammad Saw bersabda:

لاَ تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ

“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan dengan tangan kiri.”

  1. Tidak diperkenankan mengonsumsi makanan yang haram.

Sebagai seorang BJ, sudah seharusnya memastikan makanan mana yang halal ataupun haram. Berbeda ketika BJ tersebut bukan beragama Islam, maka hukum haram tidak berlaku untuk mereka, karena ia tidak dikenakan beban syariat sebagaimana BJ muslim. Di antara makanan dan minuman yang haram adalah babi dan minuman keras.

  1. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum
Baca Juga :  Apakah Parfume Cologne yang Biasa Kita Gunakan Najis?

Biasanya BJ mendapatkan challenge baik dari penonton atau yang ia buat sendiri untuk menarik subscriber. Seperti ketika mereka diminta untuk makan dalam jumlah porsi yang sangat besar, atau makan makanan yang sangat pedas, atau makan dalam tempo waktu yang sangat cepat. Meskipun sangat menarik, namun hal ini tidak diperkenankan dalam Islam. Dalam Alquran disebutkan:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan” (QS al-A’raf: 31)

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS al-Baqarah:195)

Alasan pelarangan makan berlebih-lebihan di atas tidak lain adalah untuk menjaga tubuh manusia agar tetap sehat dan tidak melebihi kapasitas yang dimiliki.

  1. Sebaiknya mendahulukan makan dibandingkan salat.

Seringkali ketika seorang BJ melakukan mukbang berbarengan dengan adzan untuk melaksanakan salat. Lantas bagaimana jika makanan sudah terhidang di atas meja dan perut sudah sangat lapar? Dalam Islam yang didahulukan dalam hal ini adalah makan dibandingkan salat. Ini sesuai dengan hadis Nabi Saw berikut:

إِذَا وُضِعَ الْعَشَاءُ وَأُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَابْدَؤُوا بِالْعَشَاءِ.

“Apabila makan malam telah dihidangkan dan (azan) salat sudah didirikan maka dahulukanlah makan.” (HR Bukhari)

  1. Tidak diperkenankan untuk mencela makanan atau minuman saat mukbang.

Rasulullah Saw dalam hidupnya tidak pernah mencela makanan, jika ia tidak menyukainya, maka ia akan meninggalkannya. Apalagi ketika sedang mereview makanan, jika hasil review BJ buruk tentu saja hal ini memengaruhi omset restoran yang menjadi tempat mukbang.

  1. Tidak mengonsumsi makanan dan minuman dalam keadaan panas dan tidak pula diperkenankan meniupnya.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

لاَ يُؤْكَلُ طَعَامٌ حَتَّى يَذْهَبَ بُخَارُهُ.

“Tidak diperkenankan makan makanan sampai hilang panasnya.” (HR. al-Baihaqi)

Baca Juga :  Sahkah Shalat Berjamaah dengan Jin?

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ

“Apabila salah satu dari kalian minum, maka janganlah ia meniupnya.” (HR. Bukhari)

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mukbang, semoga menambah khazanah keilmuan kita semua. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here