MUI dan PBNU Imbau Masyarakat Jangan Tolak Jenazah Pengidap Virus Corona

0
2263

BincangSyariah.Com – Saat ini, tengah ramai berita dan video mengenai penolakan warga Indonesia di sejumlah daerah, seperti Depok, Sumatera Selatan, Tasikmalaya, Lampung, Banyumas, Makassar dan beberapa daerah lainnya terhadap korban Covid-19.

Informasi semacam ini tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, tak terkecuali Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia mengunggah di laman Twitternya terkait penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19. Dalam tulisannya, Ganjar meminta para ahli, dokter atau siapa pun untuk menginformasikan apakah jenazah pengidap Covid-19 berbahaya jika dimakamkan di pemakaman umum.

Menyikapi isu ini, PBNU dan MUI memberikan tanggapan. Sebagaimana dilansir di akun Youtube 164 Channel, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj berpesan,

“Islam mengajarkan bahwa setiap umat Islam harus menghormati, menangani penuh penghormatan terhadap jenazah sesamanya, tidak boleh dibiarkan ataupun dihina, termasuk terhadap jenazah penderita Corona. Dengan catatan, pihak rumah sakit telah menanganinya sesuai prosedur dan aman dari penularan. Oleh karena itu, kita jangan menolak jenazah saudara kita yang meninggal akibat Covid-19.”

Hal yang sama juga diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah. Ia menegaskan bahwa proses penanganan pasien Covid-19 sudah memiliki prosedur tertentu yang dilakukan oleh petugas khusus.

“Masyarakat tidak boleh menolak pemakaman korban wabah Corona atau wabah penyakit apapun, karena proses pemakaman korban wabah penyakit ditangani oleh petugas medis yang sangat professional, tidak oleh masyarakat umum,” katanya, sebagaimana dilansir Merdeka.com.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa jenazah pasien positif virus Corona tidak berbahaya jika dimakamkan di tempat pemakaman umum, karena menurutnya, telah dilakukan prosedur yang sesuai sebelum dilakukan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19.

Berdasarkan hal ini, sudah selayaknya bagi kita untuk tidak terlalu khawatir terhadap jenazah pengidap Covid-19 dan tidak perlu melakukan penolakan dan pengusiran jenazah. Sebab tim medis telah melakukannya sesuai prosedural yang benar, dengan cara dibungkus dengan kain kafan, disemprot disinfektan, dilapisi plastik khusus, dimasukkan peti dan ditutup dengan seal dan dipaku. Di samping itu, pengurusan pemakaman juga dipegang sepenuhnya oleh tim ahli, tidak melibatkan keluarga dan masyarakat umum. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here