Muhammad Raihan: Ex-returned ISIS yang Kini Jadi Agen Perdamaian

0
99

BincangSyariah.Com – Dulu karena ingin hidup dalam wilayah yang disebut khilafah ala minhajin nubuwah/ negara yang berdasarkan khilafah, Muhammad Raihan dan keluarga besarnya memutuskan hijrah ke Suriah.

Selain itu, Raihan memutuskan hijrah juga karena dorongan ekonomi. Bahwa mereka dijanjikan akan dilunasi hutangnya, disediakan rumah dan sebagainya jika berhijrah ke negara kekuasaan ISIS. Namun setelah sampai di sana, semua yang dijanjikan hanya dusta.

Sikap para jihadis ISIS juga dirasakannya tidak seperti yang digambarkan padanya, mereka tidak hanya keras pada kaum non-muslim tapi juga pada muslim yang tidak berjihad atau mereka sebut warga sipil.

Berawal dari pengalaman tidak mengenakkan tersebut, Raihan dan keluarga juga sempat menjadi korban penipuan ketika meminta tolong warga setempat agar ditunjukkan cara kembali pulang ke Indonesia.

“Ya, kami sempat tertipu oleh calo yang mengatakan akan membantu kami kembali ke Indonesia,” ujar Raihan,dalam Talkshow Pemuda Menarasikan Perdamaian; Peran Pemuda dan Agama dalam Menggalakkan Kontra Narasi Ekstrimisme yang diadakan oleh Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia Regional Jakarta dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional 2019, Sabtu (15/9/19)

Setelah kembali ke Indonesia, kini Raihan aktif mengkampanyekan perdamaian dan anti radikalisme lewat komunitas Peace Generation. Sebuah komunitas yang bergerak di bidang resolusi konflik dan perdamaian di kalangan anak muda yang digagas oleh Irfan Kamalee.

Raihan merasa betul, ada perubahan positif pada dirinya setelah tidak lagi bergabung dengan ISIS. Raihan kini merasa lebih membaur, berfikir dan bersikap terbuka dan menghargai sesama manusia. Sebelumnya, Raihan adalah pribadi yang eksklusif, enggan menolong orang lain karena berbeda agama, mudah menjudge orang dan merasa lebih baik dari sesama muslim yang berbeda aliran atau dari pemeluk agama lain.

Baca Juga :  Apakah Wukuf Harus Dilaksanakan di Hari Arafah?

“Perubahan pribadi, dulu saya merasa eksklusif. Mengalami kejadian itu kok di sana mereka tidak menghargai bahkan ke sesama muslim. Saya merasa lebih baik dengan menghargai sesama manusia,” tandas Raihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here