Hukum Minum Satu Wadah dengan Non-Muslim, Apakah Boleh?

0
1021

BincangSyariah.Com – Banyak di antara kita yang memiliki teman dari kalangan non-muslim. Terkadang karena saking akrabnya, terkadang kita bukan hanya berbagi tempat duduk dan lainnya, namun juga terkadang berbagi minuman dan makanan. Misalnya, kita berbagi satu gelas kopi dengan teman kita yang non-muslim. Bagaimana hukum minum satu wadah dengan non-muslim, apakah boleh? (Baca: Mimpi Haus dan Minum dalam Islam, Pertanda Baik atau Buruk?)

Minum satu wadah dengan non-muslim hukumnya boleh dalam Islam. Kita tidak dilarang untuk berbagi tempat makan, tempat minum dan lainnya dengan non-muslim. Hal ini karena bekas minum dari non-muslim dihukumi suci, sebagaimana bekas minum dari orang muslim. (Baca: Imam Al-Ghazali: Jangan Bersikap Sombong Meski pada Non-Muslim)

Para ulama telah sepakat bahwa bekas minuman dan makanan non-muslim tidak najis. Yang dihukumi najis hanya bekas minum hewan yang air liurnya najis, seperti anjing atau babi. Sementara air liur manusia, baik muslim maupun non-muslim, dalam keadaan haid atau tidak, semuanya dihukumi suci. Sehingga tidak masalah minum satu wadah dengan non-muslim karena bekas minumnya sama dengan bekas minum orang muslim, yaitu sama-sama dihukumi suci.

Bahkan dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi mengatakan bahwa minum dari bekas minuman non-muslim, atau minum satu wadah dengannya, tidak dimakruhkan. Beliau berkata dalam kitab Al-Majmu sebagai berikut;

واعلم انه لا فرق في العرق واللعاب والمخاط والدمع بين الجنب والحائض والطاهر والمسلم والكافر والبغل والحمار والفرس والفار وجميع السباع والحشرات بل هي طاهرة من جميعها ومن كل حيوان طاهر وهو ما سوى الكلب والخنزير وفرع أحدهماولا كراهة في شئ من ذلك عندنا وكذا لا كراهة في سؤر شئ منها وهو بقية ما شربت منه

Baca Juga :  Hukum Bekerja pada Atasan Non-Muslim

Ketahuilah bahwa tidak ada bedanya dalam keringat, air liur, dahak, air mata antara orang junub, haid, orang suci, orang muslim, kafir, keledai, kuda, tikus, dan semua hewan buas dan hewan melata, semuanya suci, dan dari semua hewan dihukumi suci kecuali dari anjing dan babi dan yang lahir dari keduanya. Dan tidak kemakruhan dalam setiap hal di atas menurut kami, juga tidak makruh bekas minuman mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here