Hukum Minum Bekas Air Wudhu Kiai dan Orang Saleh

2
1769

BincangSyariah.Com – Ketika kita selesai melakukan wudhu, kita disunnahkan untuk minum air bekas air wudhu kita. Namun, bagaimana jika kita minum air bekas air wudhu orang lain, misalnya, bekas air wudhu kiai dan orang-orang saleh, apakah boleh? (Keutamaan Minum Bekas Air Wudhu Orang Saleh)

Minum air bekas air wudhu orang lain, apalagi air bekas wudhu kiai dan orang-orang saleh, hukumnya adalah sunnah. Kita dianjurkan untuk minum air bekas air wudhu orang-orang saleh dengan tujuan mengharap berkah dari mereka, sebagaimana kita dianjurkan untuk minum air bekas air wudhu sendiri.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih Ibnu Hibban berikut;

ذِكْرُ إِبَاحَةِ التَّبَرُّكِ بِوَضُوءٍ الصَّالِحِينَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ إِذَا كَانُوا مُتَّبِعِينَ لَسُنَنِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bab menjelaskan tentang kebolehan bertabaruk dengan air wudhu orang saleh yang merupakan bagian dari ahli ilmu asalkan mereka mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Saw.

Di antara dalil yang dijadikan dasar kebolehan minum air bekas air wudhu orang-orang saleh adalah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Juhaifah, dia berkata;

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِالْهَاجِرَةِ ، فَأُتِىَ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَأْخُذُونَ مِنْ فَضْلِ وَضُوئِهِ فَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ  فَصَلَّى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ ، وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ

Rasulullah Saw pernah keluar menemui kami dalam keadaan cuaca yang begitu panas. Beliau didatangkan air untuk berwudhu, lantas beliau berwudhu dengannya. Ketika itu orang-orang mengambil bekas wudhu beliau, lantas mereka mengusap-ngusapnya. Kemudian Nabi Saw melakukan shalat Dhuhur dan Ashar masing-masing dua rakaat. Saat itu di tangan beliau ada tongkat.

Baca Juga :  Akhlak Milenial dalam Bermedia Sosial

Berdasarkan hadis ini, para ulama membolehkan minum air bekas air wudhu maupun orang-orang saleh untuk mencari berkah dari mereka. Bekas air wudhu tersebut boleh juga diusap-usapkan pada tubuh, sebagaimana para sahabat mengusapkan bekas air wudhu Nabi Saw pada tubuh mereka.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak minum, kita tidak hanya dituntut untuk memperhatikan kesucian dan kebersihan air yang hendak kita minum. Lebih dari itu, kita juga dituntut memperhatikan adab-adab ketika minum. Dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat dari Nabi Saw, terdapat lima adab yang harus kita perhatikan ketika kita hendak minum. (Hukum Minum Air Wudhu Bekas Orang Saleh) […]

  2. […] Dalam penelitian ini, sebagaimana disebutkan secara ringkas di bagian cover belakang, beliau menyajikan sekitar tiga ratus dalil para ulama yang membolehkan tabarrukan dengan orang-orang saleh dan bekas-bekasnya. Beberapa dalil tersebut meliputi hadis, atsar (perkataan dan perbuatan yang disandarkan kepada selain Rasulullah saw., seperti para sahabat dan tabi‘in), pendapat para ulama, dan praktik-praktik tabarrukan. Bahkan masih terdapat beberapa atsar dan pendapat para ulama lain yang sengaja tidak disebutkan dalam penelitian tersebut karena khawatir terlalu panjang. (Baca: Hukum Minum Bekas Air Wudhu Kiai dan Orang Saleh) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here