Metode Tafsir Mubadalah: Kesetaraan dalam Terjemahan Al-Qur’an dan Hadits

0
23

BincangSyariah.Com –  Metode tafsir mubadalah berasal dari kata mubadalah yang mempunyai asal kata badala dalam bahasa Arab yang berarti mengganti, mengubah, menukar. Dasar kata tersebut tercatat digunakan sebanyak 44 kali dalam al-Qur’an.

Sementara itu, makna mubadalah adalah kerja sama antar dua pihak. Kerja sama tersebut menandakan adanya saling mengganti, saling mengubah, atau saling menukar satu sama lain. Lantaran ada “saling” tersebutlah mubadalah dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi kata kesalingan.

Jika dicermati, dalam bahasa Inggris, kata Mubadalah dikenal dengan beberapa terjemahan. Terjemahan yang paling dekat yaitu reciprocity, reciprocation, repayment, requital, paying back, dan returning in kind or degree.

Apa arti Mubadalah?

Istilah “Mubadalah” adalah terminologi tentang relasi antara laki-laki dan perempuan. Terminology tersebut didasarkan pada cara pandang dan sikap untuk saling menghormati satu sama lain. Sebab, keduanya adalah manusia bermartabat yang bisa saling kerjasama dan tolong menolong.

Gagasan mubadalah mencakup relasi kesalingan dan kerja sama antara laki-laki dan perempuan. Kerja sama tersebut ada di ruang domestik dan publik. Keduanya, baik laki-laki maupun perempuan secara setara menjadi subyek yang dipanggil penuh sebagai manusia. Keduanya juga memiliki martabat dalam seluruh teks-teks Islam, perundang-undangan, dan kebijakan sosial.

Metode tafsir mubadalah bisa diimplementasikan dalam konsep-konsep kunci Islam seperti ketauhidan, kerahmatan, dan kemaslahatan. Kesemuanya berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Sebab, keduanya adalah subyek yang berhak atas segala kebaikan dan kemaslahatan Islam. (Baca: Sebelum Memahami Islam, Pahami Sepuluh Prinsip Dasar dalam Ilmu Tafsir)

Kenapa perspektif mubadalah hadir?

Perspektif dan metode tafsir Mubadalah hadir untuk memberikan landasan teologis dan sosial dalam tafsir keagamaan dan pemaknaan realitas yang menempatkan perempuan dan laki-laki sebagai subyek.

Baca Juga :  Telaah Hadis Larangan Wanita Menjadi Pemimpin [1]

Landasan tersebut diterapkan dalam teks-teks keimanan, amal shalih, ibadah shalat, puasa, haji, hijrah, jihad, kerja-kerja sosial dan ekonomi, serta amar ma’ruf dan nahi munkar. Kebaikan mesti menjadi milik bersama dan harus dilakukan bersama. Begitu juga dengan keburukan. Perempuan dan laki-laki mesti menghindari keduanya.

Perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sama sebagai hamba Allah Swt. Keduanya sama-sama manusia, sama-sama sebagai khalifah fil ardh yang memeroleh mandat untuk memakmurkan bumi dan alam semesta. Maka dari itu, di antara keduanya mesti ada kesalingan dan kerjasama.

Untuk itulah metode mubadalah hadir untuk mengatasi keterbatasan literal teks yang seringnya hanya menyasar perempuan saja, atau laki-laki saja. Padahal, pesan yang ingin disampaikan bersifat umum dan mencakup  keduanya.

Saat mengimplementasikan perspektif dan metode tafsir mubadalah dalam terjemahan al-Qur’an dan hadits, penerjemah mesti memastikan bahwa teks-teks tentang prinsip-prinsip dasar dan norma-norma umum menyapa laki-laki dan perempuan.

Semua teks pada dasarnya bisa dimubadalahkan, terutama teks-teks tentang prinsip dasar dan norma-norma umum. Sebagai misal, teks-teks tentang hak hidup bermartabat, hak beragama, hak berilmu, dan lain-lain.

Mubadalah yang dicetuskan oleh Faqihuddin Abdul Kodir yang dituangkan dalam buku Qiraah Mubadalah (2020) hadir sebagai suatu langkah interpretasi untuk memaknai teks dan realitas. Sebab, banyak terjemahan Al-Qur’an dan hadits yang sering dibenturkan pada perbedaan-perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan secara biologis atau sosial.

Lantas, apakah dengan metode mubadalah segala hal menjadi sama antara perempuan dan laki-laki?

Peran perspektif keadilan hakiki penting dalam menggunakan metode interpretasi mubadalah. Pandangan keadilan hakiki tidak hanya membuat perempuan dan laki-laki sama dan sejajar, tapi juga melihat kondisi-kondisi khas perempuan berdasarkan pengalaman perempuan.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Siapa Yang Paling Beruntung Hidupnya?

Pengalaman perempuan sangat unik sebab terdiri dari pengalaman biologis dan pengalaman sosial. Pengalaman tersebut hanya dirasakan oleh perempuan, tidak oleh laki-laki.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here