Meralat Berita Detik.Com: Khatib KUA harus dari NU, Selain NU Salah Semua

3
487

BincangSyariah.Com – Hari ini, detik.com merilis berita mengenai sambutan Kiai Said Siradj selama acara Harlah Muslimat NU yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno kemarin. Dengan judul yang sedikit kontroversi, Said Aqil: Khatib dan KUA semua Harus dari NU, selain NU Salah Semua.

Berita tersebut mengulas potongan perkataan Ketua Umum PBNU tanpa menuliskan inti dari maksud ungkapan yang sekilas seakan tidak menghargai perbedaan pendapat dalam Islam.
Pada intinya Said Aqil ingin menyinggung peran NU dalam membentuk pemahaman moderat umat Islam dalam menyikapi perbedaan pendapat dan tidak gampang membidah-bidahkan.

Said menekankan pentingnya membentuk organisasi yang berhaluan moderat. Beliau lalu menyandarkan bahasa moderat tersebut kepada cuplikan ayat Al-Baqarah 183 tentang Ummatan Wasathan. Ia berharap NU sebagai muslim arus utama di Indonesia berperan aktif dalam membentuk pemahaman Islam yang holistik dan moderat.

Karena itu ia mendorong para kader NU untuk berperan aktif di masyarakat, sebagai Khatib, KUA (Kantor Urusan Agama), imam masjid dan sebagainya agar berasal dari kalangan NU. Agar segala kegiatan yang mengandung unsur Islam tidak serta merta dibidahkan.

“Peran agama harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA (kantor urusan agama), menteri agama, harus dari NU. Kalau dipegang selain NU (nanti dianggap) salah semua: nanti banyak (tuduhan) bid’ah kalau selain NU. Ini bid’ah nanti. Tari-tari sufi (dituduh) bid’ah nanti,” ujar Kiai Said sebagaimana dilansir dari laman NUOnline.

Hal tersebut menurutnya sejalan dengan perintah Nabi Muhammad Saw. untuk membentuk Umat yang Moderat agar Masyarakat Islam menjadi Umat yang memiliki peran dan kualitas akhlakul karimah.

Baca Juga :  Merayakan Kemerdekaan Indonesia di Balik Dinding Madrasah

3 KOMENTAR

    • Mau percaya atau tidak percaya, itu urusan dan hak masing-masing orang, Bang Doni. Tapi soal tabayun dan mengklarifikasi fitnah itu perintah agama Islam. Abang boleh gak suka ada orang melakukan tabayun, itu hak pribadi. Tapi jangan halangi dan salahkan penulis untuk menjalankan perintah Islam.

  1. Antum ini jangan suka melaknat jangan seperti hawarij,jadilah muslim yg suka memaafkan atau antum bisa lebih buruk ahlaqnya kalau suka melaknat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here