Menyikapi Perbedaan Syiah-Sunni

0
1152

BincangSyariah.Com – Kyai Said Aqil Siradj sudah sering mendapat bermacam tuduhan. Mulai dari pembela Syiah, agen Yahudi, sampai perusak agama Islam dari dalam. Kiai Said sejauh ini tidak membalasnya dengan caci-maki, meski berbagai tuduhan tersebut menjurus kepada kecaman dan hinaan.

Tugas memimpin salah satu organisasi Islam terbesar di dunia yang diemban Kiai Said, selaku Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), memang bukan tugas main-main dan banyak ujiannya.
Dalam satu kesempatan, Forum Kyai Muda (FKM) Jawa Timur, pernah mengundang Kiai Said untuk mengklarifikasi sejumlah pemikirannya dalam buku Tasawuf sebagai kritik sosial.

Di forum tersebut Kiai Said sempat menjelaskan bahwa aliran Syiah, khususnya Syiah Imamiyah, tidak keluar dari jalur Islam. Dia menceritakan bahwa di Universitas Ummul Qura Madinah, tidak ada firkah/kelompok dalam Islam yang menganggap Syiah keluar dari Islam.
Sambil bergurau, Kiai Said sempat nyeletuk, “Mentang-mentang saya tahu banyak sejarah Syiah, apa lantas saya dianggap Syiah?”

Selain Kiai Said, Prof. DR. Quraish Shihab juga jadi salah satu ulama yang kerap disebut beraliran Syiah. Apa soal? Quraish Shihab pernah menerangkan kesamaan prinsip antara Sunni dan Syiah dalam ajaran Islam. Ia mengatakan bahwa persamaan itu jauh lebih banyak daripada perbedaannya. Persamaan itu salah satunya tidak menolak lima butir rukun Islam.

Dalam sebuah acara bincang-bincang yang dipandu Najwa Shihab, ia pernah ditanya mengenai tuduhan di atas. Quraish mengakui meski tidak pernah membalas berbagai tuduhan, tapi ia tetap merasa sedih. Meski begitu ia berusaha berpegang teguh dari akhlak Nabi SAW. dan menganggap keadaannya tidak seberapa dibanding keadaan Nabi, yang sampai dilempar batu saat berdakwah.

“Banyak orang yang menuduh Syiah itu, misal dengan berkata saya Syiah, padahal dia tidak tahu Syiah, dia tidak tahu apa yang membedakan seorang Sunni dan Syiah… Saya kira itu ya. Jadi sedih sih sedih. Tapi tidak usah menjawab dengan kasar, tidak usah memaki” ujar Prof. Quraish.

Baca Juga :  Ulasan Tentang Saksi Nikah Menurut Empat Mazhab

Kiai Said dan Prof. Quraish Shihab adalah contoh ulama yang rentan mendapat tuduhan bermacam-macam hanya karena beberapa kelompok atau orang tidak setuju dengan apa yang dikatakannya. Padahal keanekaragaman berpikir dan berpendapat merupakan salah satu tradisi yang dipelihara sejak dulu di kalangan komunitas muslim Indonesia. Setiap faham ke-Islaman yang berbeda-beda bisa saling tumbuh dan menghormati. Terlebih jika faham tersebut tidak bertabrakan dengan akidah Islam. Dalam kasus Syiah, sebenarnya tidak ada ikrar dari kelompok ini yang mengingkari ketuhanan dan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir.

Agus Sunyoto, dalam bukunya Atlas Wali Songo, menjelaskan tentang budaya Champa, yang sebagian besar menganut Syiah -terutama Syiah Zaidiyah, yang banyak mempengaruhi praktik keislaman di Indonesia. Tradisi seperti 7 harian hingga 40 harian pada orang meninggal, perayaan Asyura (bubur Sura), hingga Maulid Nabi. Agus menyimpulkan, ada kemungkinan tradisi tersebut dibawa oleh Sunan Ampel yang ketika itu menjadi petinggi di daerah Jawa Timur.

Hal-hal tersebut memang tidak perlu dijadikan masalah dalam Islam, asal tidak mengubah akidah seorang muslim. Yang termasuk perbuatan merusak akidah misalnya, menyekutuan Allah dan mengakui ada nabi setelah Muhammad, atau memerangi Islam. Jika begitu, memerangi Syiah atau aliran apa pun yang tidak keluar dari akidah Islam merupakan kekeliruan. Nabi Saw. yang menjadi pedoman berakhlak bagi muslim, melarang umatnya untuk saling menjatuhkan, menghina, bahkan memusuhi.

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhâri dan Muslim).



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here