Hukum Menyewakan Tempat Kos Kepada Non-Muslim

0
1141

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, bagaimana hukum menyewakan tempat kos kepada non-muslim, apakah tidak boleh?

Menyewakan tempat kos kepada non-muslim untuk tempat tinggal, baik yang beragama Kristen, Yahudi, Hindu, Konghucu, Nasrani dan lainnya diperbolehkan. Tidak ada larangan dalam Islam untuk menyewakan tempat tertentu seperti rumah, kos, dan lainnya kepada non-muslim. Akad sewa yang dilakukan oleh orang muslim dan non-muslim dihukumi sah dan uangnya juga dihukumi halal.

Selama diyakini tempat kos tersebut hanya sekedar untuk dijadikan tempat tinggal, bukan untuk dijadikan tempat maksiat, maka menyewakannya kepada siapa saja, termasuk kepada non-muslim hukumnya boleh. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab AL-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

إذا استأجر ذمي دارا من مسلم على أنه سيتخذها كنيسة أو حانوتا لبيع الخمر ، فالجمهور (المالكية والشافعية والحنابلة وأصحاب أبي حنيفة) على أن الإجارة فاسدة ، لأنها على معصية . أما إذا استأجر الذمي دارا للسكنى مثلا ، ثم اتخذها كنيسة ، أو معبدا عاما ، فالإجارة انعقدت بلا خلاف . ولمالك الدار ، وللمسلم عامة ، منعه حِسْبة

Jika ada non-muslim menyewa rumah dari muslim untuk dijadikan gereja atau toko jual khamar, menurut kebanyakan ulama dari kalangan Malikiyah, Syafiiyah, Hambali, dan murid-murid Imam Abu Hanifah bahwa sewa-menyewa ini fasid (batal). Karena tolong-menolong untuk maksiat.

Namun jika orang non-muslim menyewa rumah untuk tempat tinggal, kemudian dia salah gunakan dengan dijadikan gereja, atau tempat peribadatan umum, sewa-menyewa tetap sah dengan kesepakat ulama. Sementara pemiliknya atau kaum muslimin yang lain punya tanggung untuk melarangnya dalam rangka amar makruf nahi munkar.

Bahkan menurut Imam Sarkhasi, menyewakan tempat kos atau rumah kepada non-muslim tetap diperbolehkan meskipun nantinya rumah atau tempat kos tersebut hendak dijadikan tempat maksiat, seperti minum khamar dan lainnya. Beliau berkata dalam kitab Al-Mabsuth berikut;

Baca Juga :  Kapan Waktu Berbuka Puasa di Pesawat?

ولا بأس بأن يؤاجر المسلم دارا من الذمي ليسكنها ، فإن شرب فيها الخمر أو عبد فيها الصليب أو أدخل فيها الخنازير لم يلحق المسلم إثم في شيء من ذلك ، لأنه لم يؤاجرها لذلك ، والمعصية في فعل المستأجر ، فلا إثم على رب الدار في ذلك

Seorang muslim boleh menyewakan rumah kepada non-muslim untuk tempat tinggal. Jika di rumah itu dia minum khamar, menyembah salib, atau membawa babi,maka dia tidak mendapat dosanya sama sekali. Karena dia tidak menyewakan rumah untuk itu. Sementara tindakan maksiat yang dilakukan penyewa, di luar tanggung jawab pemilik rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here