Menyentuh Saudara Ipar, Apakah Wudhu Batal?

0
1102

BincangSyariah.Com – Saudara ipar adalah sebutan untuk saudara dari suami atau saudara dari istri. Untuk saudara yang lebih tua dari suami atau dari istri disebut kakak ipar, sementara yang lebih muda disebut adik ipar. Ketika kita menyentuh saudara ipar, apakah wudhu kita batal? (Baca: Bolehkah Menikahi Adik Ipar?)

Dalam Islam, saudara ipar, baik dari suami atau dari istri, termasuk bagian dari ajnabi atau orang lain yang menyebabkan wudhu batal jika menyentuhnya. Meski haram menikahi saudara ipar selama belum bercerai dengan suami atau istri, namun keharaman tersebut hanya berlaku sementara. Jika kita bercerai dengan suami atau istri, maka kita boleh menikah dengan saudara dari suami atau istri tersebut.

Ini berbeda dengan mertua atau ibu dan bapak dari suami atau istri. Jika kita menyentuh mertua, maka wudhu kita tidak batal karena mertua termasuk bagian dari mahram, atau orang yang selamanya kita haram nikahi.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

قوله: أو مصاهرة أي توجب التحريم على التأبيد كأم الزوجة، بخلاف ما إذا كانت توجب التحريم لا على التأبيد كأخت زوجته، فإن الوضوء ينتقض بلمسها

Hubungan mertua menyebabkan keharaman menikahi selamanya, seperti ibu dari istri. Ini berbeda dengan hubungan yang menyebabkan keharaman menikahi hanya sementara, seperti saudara perempuan istri, maka wudhu batal dengan menyentuhnya.

Karena saudara ipar termasuk ajnabi atau orang lain, maka kita dilarang untuk berduaan dengannya di tempat sepi atau khalwat. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa khalwat dengan saudara ipar lebih berbahaya dibanding khalwat dengan orang lain.

Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Uqbah bin Amir, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

Baca Juga :  Menguatkan Solidaritas Dunia Menghadapi Covid-19

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita. Lalu seorang laki-laki Anshar berkata; Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda mengenai ipar? Beliau menjawab; Hamwu (ipar) adalah maut. Wallahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here