Menyentuh Kemaluan dalam Keadaan Lupa, Apakah Wudhu Batal?

1
23

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah kesempatan, penulis pernah ditanya oleh seseorang mengenai hukum menyentuh kemaluan dalam keadaan lupa. Apakah menyentuh kemaluan dalam keadaan lupa bisa membatalkan wudhu atau tidak?

Dalam kitab-kitab fiqih bahwa di antara perkara yang membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan, baik kemaluan diri sendiri atau orang lain, kemaluan anak kecil maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan, hidup maupun sudah mati, dengan telapak tangan. Karena itu, ketika seseorang menyentuh kemaluan diri sendiri atau orang lain dengan telapak tangannya, maka wudhunya batal.

Menurut ulama Syafiiyah, batalnya wudhu sebab menyentuh kemaluan ini berlaku baik disengaja atau karena lupa. Tidak ada bedanya menyentuh kemaluan dengan disengaja atau karena lupa, semuanya sama-sama membatalkan wudhu, baik menyentuh kemaluan bagian depan maupun kemaluan bagian belakang.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fatawa Al-Nawawiyah berikut;

مسألة : من مس ذكره ناسيا هل تبطل صلاته و طهارته ؟

اجاب رضي الله عنه: نعم تبطل صلاته وطهارته

Pertanyaan: Jika seseorang menyentuh zakarnya dalam keadaan lupa, apakah shalat dan wudhunya menjadi batal?

Maka Imam Al-Nawawi-semoga Allah meridhainya- menjawab: Iya, shalat dan wudhu menjadi batal.

Juga batalnya wudhu ketika menyentuh kemaluan dalam keadaan lupa ini tidak hanya berlaku saat menyentuh kemaluan diri sendiri, namun juga berlaku saat menyentuh kemaluan orang lain. Karena itu, jika seseorang lupa menyentuh kemaluan anaknya yang masih kecil, misalnya, maka wudhunya dihukumi batal, sama seperti menyentuh dalam keadaan disengaja.

Ini sebagaimana telah disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

الناقض الرابع: مس فرج الآدمي، فينتقض الوضوء إذا مس ببطن كفه فرج آدمي، من نفسه، أو غيره، ذكر أو أنثى، صغير أو كبير، حي أو ميت، قبلاً كان الممسوس، أو دبراً

Perkara yang membatalkan wudhu yang keempat adalah menyentuh kemaluan anak adam (manusia). Karena itu, wudhu menjadi batal ketika seseorang menyentuh kemaluan anak adam dengan telapak tangannya, baik kemaluan diri sendiri, orang lain, laki-laki, perempuan, anak kecil, dewasa, hidup atau mati, baik yang disentuh adalah kemaluan depan (kubul) atau kemaluan belakang (dubur).

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here