Menyentuh Bulu Kemaluan, Apakah Membatalkan Wudhu?

0
78

BincangSyariah.Com – Di antara perkara yang sering ditanyakan oleh masyarakat adalah mengenai hukum memegang atau menyentuh bulu kemaluan. Apakah memegang atau menyentuh bulu kemaluan membatalkan wudhu, sebagaimana hukum menyentuh kemaluan itu sendiri? (Baca: Apakah Menyentuh Kemaluan Hewan Membatalkan Wudhu?)

Dalam kitab-kitab fiqih bahwa di antara perkara yang membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan, baik kemaluan diri sendiri atau orang lain, kemaluan anak kecil maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan, hidup maupun sudah mati, dengan telapak tangan. Karena itu, ketika seseorang menyentuh kemaluan diri sendiri atau orang lain dengan telapak tangannya, maka wudhunya batal.

Ini sebagaimana telah disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin sebagai berikut;

الناقض الرابع: مس فرج الآدمي، فينتقض الوضوء إذا مس ببطن كفه فرج آدمي، من نفسه، أو غيره، ذكر أو أنثى، صغير أو كبير، حي أو ميت، قبلاً كان الممسوس، أو دبراً

Perkara yang membatalkan wudhu yang keempat adalah menyentuh kemaluan anak adam (manusia). Karena itu, wudhu menjadi batal ketika seseorang menyentuh kemaluan anak adam dengan telapak tangannya, baik kemaluan diri sendiri, orang lain, laki-laki, perempuan, anak kecil, dewasa, hidup atau mati, baik yang disentuh adalah kemaluan depan (kubul) atau kemaluan belakang (dubur).

Adapun memegang atau menyentuh bulu kemaluan, maka menurut ulama hukumnya tidak membatalkan. Hal ini karena bulu kemaluan bukan bagian dari kemaluan itu sendiri. Sehingga jika seseorang memegang atau menyentuh bulu kemaluan, baik dengan telapak tangan maupun anggota tubuh lainnya, maka wudhunya tidak batal.

Ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

قَالَ أَصْحَابُنَا: لَا يَنْقُضُ مَسُّ الْأُنْثَيَيْنِ وَشَعْرِ الْعَانَةِ مِنْ الرَّجُلِ والمرأة، ولا موضع الشعر، ولا ما بين القبل والدبر، ولا ما بين الْأَلْيَيْنِ

Ulama Syafiiyah berkata; Menyentuh dua buah pelir tidak membatalkan wudhu, begitu juga tidak membatalkan wudhu menyentuh rambut kemaluan, baik dari laki-laki dan perempuan, juga menyentuh tempat tumbuhnya bulu kemaluan, tempat antara kubul dan dubur, dan tempat di antara dua pantat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here