Ketika Panitia Menyembelih, Apakah Harus Menyebut Nama Orang yang Berkurban?

0
2313

BincangSyariah.Com – Ketika panitia menyembelih hewan kurban, mereka biasanya menyebut dan membaca nama atau nama-nama orang yang berkurban terlebih dahulu sebelum menyembelih. Tetapi terkadang ada sebagian panitia yang tidak membaca nama-nama orang yang berkurban. Sebenarnya, ketika panitia menyembelih, apakah mereka harus menyebut nama-nama orang yang berkurban?

Ketika wakil atau panitia hendak menyembelih hewan kurban milik orang lain, mereka tidak wajib menyebut dan membaca nama-nama orang yang berkurban. Kurban tetap dinilai sah meskipun wakil atau panitia tidak menyebut nama-nama orang yang berkurban. Mereka bisa langsung menyembelih hewan kurban meskipun tanpa menyebut nama-nama orang yang berkurban. (Baca: Hukum Berkurban atas Nama Orang Lain)

Meski tidak wajib, namun jika wakil atau panitia menyebut nama orang yang berkurban terlebih dahulu ketika hendak menyembelih, maka hal itu sangat baik. Ini disebabkan karena Nabi Saw pernah menyebut keluarga dan umatnya ketika beliau menyembelih hewan kurban untuk mereka.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menjelaskan masalah ini sebagai berikut;

وليس على الوكيل ان يقول عند الذبح “عمن” لان النية تجزئ وان ذكر من يضحي عنه فحسن لان النبي صلى الله عليه وسلم حينما ضحى قال : اللهم تقبل من محمد وال محمد وامة محمد ثم ضحى وقال الحسن : بسم الله الله اكبر هذا منك ولك تقبل من فلان

Dan tidak wajib bagi wakil ketika menyembelih mengucapkan ‘dari seseorang’, karena niat telah mencukupinya. Namun jika wakil menyebut nama orang yang berkurban, maka hal itu baik. Ini karena Nabi Saw ketika beliau berkurban, beliau berkata; Ya Allah, terimalah dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan umat Muhammad, kemudian beliau menyembelih. Hasan berkata; Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah dari fulan. (Baca: Menabung untuk Kurban, Apakah Termasuk Nazar?)

Baca Juga :  Hukum Memanfaatkan Salah Satu Organ Hewan Tanpa Disembelih

Wakil atau panitia tidak wajib menyebut nama orang yang berkurban ketika hendak menyembelih karena niat dari yang berkurban sudah dinilai cukup, sehingga tidak butuh niat lagi dari wakil atau panitia. Namun jika hendak menyebut, maka lengkapnya adalah sebagai berikut;

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْد اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ فُلَان …….. (sebut nama)يَا كَرِيْمُ.

Bismillahir rohmanir rohiim. Allohumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin. Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, wa lillaahil hamdu. Allohumma hadzihii minka wa ilaika fa taqobbal min fulan (sebut nama)..yaa kariim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here