Menutupi Kuburan dengan Kain Sutra, Apakah Boleh?

0
1012

BincangSyariah.Com – Ketika kita melakukan ziarah kubur ke tempat kuburan para wali dan ulama, kita banyak menjumpai kuburan mereka ditutupi dengan kain putih. Bahkan ada sebagian kuburan mereka yang ditutupi dengan kain sutera. Sebenarnya, bagaimana hukum menutupi kuburan dengan kain sutera? (Baca: Hukum Mengafani Nisan Kuburan)

Pada dasarnya menurut Syaikh Abdul Ghani Al-Nabulisi dalam kitab Kasyfun Nur ‘an Ash-habil Kubur mengatakan bahwa menutup kuburan orang-orang shaleh dengan kain, seperti kuburan para wali dan ulama, hukumnya boleh. Jika tujuan menutup kuburan mereka dengan kain untuk menghormati mereka, maka hal itu tidak makruh dan tidak dilarang.

Bahkan kebolehan menutup kuburan orang-orang shaleh bukan hanya dengan kain biasa, namun juga boleh menutup kuburan mereka dengan kain sutera. Sebagaimana Ka’bah dan kuburan para nabi boleh ditutup dengan kain sutera dalam rangka pengagunagn, begitu juga dengan kuburan orang-orang shaleh.

Dalam kitab Al-Taqriratus Sadidah fi Al-Masa-il Al-Mufidah, Hasan bin Ahmad bin Muhammada Al-Kaf menyebutkan empat kondisi yang diperbolehkan memakai kain sutera, di antaranya adalah menutup Ka’bah dan kuburan para nabi. Begitu boleh menutup kuburan orang-orang shaleh. Beliau berkata;

حالات جواز لبس الحرير اربع : الستر للكعبة وقبور الانبياء وقال بعضهم وكذلك قبور الصالحين

Kondisi-kondisi yang boleh memakai kain sutera ada empat, yaitu menutup Ka’bah dan kuburan para nabi. Menurut sebagian ulama, begitu juga boleh menutup kuburan orang-orang shaleh dengan kain sutera.

Dengan demikian, menutup kuburan para wali dan ulama yang sering kita jumpai saat berziarah hukumnya diperbolehkan. Apalagi bertujuan untuk menghormati para wali dan ulama yang berada di dalam kuburan tersebut.

Baca Juga :  Ketika Nabi Muhammad Menolak Penyogokan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here